Pengiriman minyak lewat Selat Hormuz tertahan akibat ketegangan di kawasan Timur Tengah setelah Amerika Serikat (AS) dan Israel menyerang Iran, Sabtu (28/2).
Pemerintah Iran menegaskan negaranya berhak membela diri usai diserang Amerika (AS) dan Israel. Serangan itu disebut menargetkan lokasi-lokasi sipil dan infrastruktur vital di Tehran serta beberapa kota lainnya, yang melanggar integritas teritorial Iran.
Amerika Serikat (AS) dan Israel kembali menyerang Iran di tengah perundingan terkait program nuklir, yang dimediasi oleh Oman. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa serangan itu dilakukan untuk menghilangkan ancaman dari Teheran.
Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance mengatakan bahwa pihaknya tidak akan membiarkan Iran untuk memiliki senjata nuklir. Ia menekankan, diplomasi tetap menjadi pilihan utama tapi tidak mengesampingkan opsi lain termasuk kekuatan militer.
TNI AL menaruh perhatian serius terhadap aktivitas bawah air di titik-titik sempit strategis (choke points) perairan Indonesia. Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops KSAL) Laksda Yayan Sofiyan menegaskan, Indonesia harus memiliki kemampuan deteksi setiap pergerakan bawah laut secara berkala untuk menjaga kedaulatan negara.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi tiba di Jenewa, Swiss untuk melanjutkan perundingan nuklir dengan Amerika Serikat (AS) yang dimediasi oleh Oman. Tujuannya untuk mengurangi ketegangan dan mencegah konfrontasi militer di antara keduanya.
Perasaan was-was menyelimuti prajurit KRI Sultan Iskandar Muda (SIM)-367 saat langit Mediterania mendadak membara. Di balik seragam loreng dan wajah tegar mereka, terselip rasa manusiawi ketika rudal-rudal Iran dan Israel saling tangkis tepat di atas dek kapal.
Penjagaan perdamaian di perairan Lebanon bukan sekadar tugas patroli biasa bagi prajurit TNI AL. KRI Sultan Iskandar Muda (SIM)-367 membuktikan kesiapan tempurnya saat terjebak dalam eskalasi panas perang 12 hari antara Iran dan Israel di Laut Mediterania.
Misi perdamaian di Lebanon bukan tugas main-main. Nyawa jadi taruhannya. Hal ini dirasakan betul oleh para prajurit KRI Sultan Iskandar Muda-367 yang tergabung dalam Satgas MTF TNI Konga XXVII Unifil saat terjebak di tengah kecamuk perang udara antara Iran dan Israel.