Perubahan lanskap keamanan global dalam satu dekade terakhir menunjukkan pergeseran fundamental dari konflik berbasis daratan menuju dominasi ruang maritim. Kawasan Indo-Pasifik kini menjadi episentrum kompetisi strategis dunia, bukan semata karena letak geografisnya, tetapi karena kepadatan jalur perdagangan, sumber daya laut, serta posisi vitalnya dalam arsitektur geopolitik global. Sekitar 60 persen perdagangan dunia melintasi kawasan ini, menjadikannya ruang yang tidak hanya diperebutkan secara ekonomi, tetapi juga diamankan secara militer dengan intensitas yang semakin tinggi.
TNI AL dan Angkatan Laut Australia tengah merancang standar tempur baru untuk memperkuat keamanan di kawasan Indo-Pasifik. Langkah strategis ini dibahas dalam forum Maritime Operations Working Group 2026 yang berlangsung di Jakarta, Selasa (28/4).
Indonesia dan Korea Selatan semakin memperkuat kemitraan strategis di bidang pertahanan, kecerdasan buatan (AI), keamanan siber, serta pengembangan sumber daya manusia. Kolaborasi ini dinilai mampu meningkatkan posisi Indonesia dalam menghadapi dinamika keamanan kawasan Indo-Pasifik.
Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menyepakati penguatan kerja sama strategis melalui penandatanganan traktat keamanan bersama yang bertujuan menjaga stabilitas kawasan Indo-Pasifik.
Kapal perang jenis fregat milik Angkatan Laut Australia, HMAS Toowoomba (156), resmi meninggalkan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (6/2). Asisten Operasi (Asops) Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) III Jakarta, Kolonel Laut (P) Boy Yopi Hamel, melepas keberangkatan kapal tersebut setelah merampungkan misi selama empat hari di ibu kota.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali menerima kunjungan kehormatan dari pimpinan Angkatan Laut Jepang Laksamana Saito Akira. Dalam pertemuan strategis ini, kedua pemimpin angkatan laut sepakat memperkuat stabilitas kawasan Indo-Pasifik.
Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI dan Kedutaan Besar Amerika Serikat melaksanakan serah terima peralatan teknologi informasi dari Biro Urusan Narkotika dan Penegakan Hukum (INL) dari Departemen Luar Negeri AS.
Pusat Kerja Sama (Puskersin) TNI tengah menyusun strategi arah diplomasi pertahanan yang adaptif dalam menghadapi dinamika geopolitik global dan kawasan.
Pertemuan ini merupakan bagian integral dari rangkaian Pertemuan 2+2 RI–Jepang ke-3, yang menandai penguatan komitmen kedua negara dalam memperdalam kemitraan strategis di bidang pertahanan, modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista), serta penguatan stabilitas kawasan Indo-Pasifik.
Kapal perang milik Angkatan Laut Jepang, JS Harusame (DD-102) merapat di Tanjung Priok, Jakarta, Senin (17/11). Perusak (destroyer) kelas Murasame itu datang sebagai bagian dari agenda diplomasi pertahanan dan pengerahan kekuatan Jepang di kawasan Indo-Pasifik.