Gelombang laut dan gemuruh mesin kapal perang biasanya menjadi medan laga utama para pelaut. Namun, lembaran sejarah revolusi Indonesia mencatat kisah unik ketika para penjaga samudra justru menjejakkan kaki di puncak pegunungan dan lebatnya hutan demi mempertahankan kedaulatan republik.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali menginstruksikan seluruh jajaran perwira untuk memperkuat strategi pertahanan maritim berbasis karakteristik geografis tanah air. Ali menegaskan, kombinasi peperangan kepulauan dan gerilya laut menjadi kunci utama dalam menjaga kedaulatan NKRI.
Guna mengantisipasi ancaman di Laut Cina Selatan, TNI AD menggelar Latihan Antar Kecabangan (Ancab) TNI AD YTP Komposit 1/Gardapati Kodam XIX/TT TA 2025 yang berlangsung di Daerah Latihan Natuna, Provinsi Kepulauan Riau.
Gelombang laut dan gemuruh mesin kapal perang biasanya menjadi medan laga utama para pelaut. Namun, lembaran sejarah revolusi Indonesia mencatat kisah unik ketika para penjaga samudra justru menjejakkan kaki di puncak pegunungan dan lebatnya hutan demi mempertahankan kedaulatan republik.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali menginstruksikan seluruh jajaran perwira untuk memperkuat strategi pertahanan maritim berbasis karakteristik geografis tanah air. Ali menegaskan, kombinasi peperangan kepulauan dan gerilya laut menjadi kunci utama dalam menjaga kedaulatan NKRI.
Guna mengantisipasi ancaman di Laut Cina Selatan, TNI AD menggelar Latihan Antar Kecabangan (Ancab) TNI AD YTP Komposit 1/Gardapati Kodam XIX/TT TA 2025 yang berlangsung di Daerah Latihan Natuna, Provinsi Kepulauan Riau.