
AS Veto Resolusi DK PBB Tentang Gaza untuk Keenam Kalinya
Amerika Serikat (AS) kembali memveto resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) yang menuntut gencatan senjata segera, tanpa syarat, dan permanen di Gaza.
Ikuti perkembangan, konteks, dan liputan terkait dalam satu tempat.

Amerika Serikat (AS) kembali memveto resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) yang menuntut gencatan senjata segera, tanpa syarat, dan permanen di Gaza.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan bahwa bombardir Israel di Gaza merupakan tindakan penghancuran sistematis yang mengerikan dan Israel nampak tidak serius dalam upaya meraih gencatan senjata.

Anggota Komisi I DPR RI Syamsu Rizal mengecam keras terhadap serangan Israel ke Doha, Qatar, yang menargetkan pemimpin Hamas saat sedang membahas rencana gencatan senjata dan perundingan pembebasan sandera.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan apa yang disebutnya sebagai "peringatan terakhir" kepada Hamas. Ia mendesak kelompok militan Palestina itu untuk menerima proposal gencatan senjata.

Kamboja dan Thailand sepakat untuk mengizinkan pengamat dari ASEAN memantau pelaksanaan gencatan senjata, yang mengakhiri konflik di perbatasan selama lima hari pada bulan lalu.

Presiden RI Prabowo Subianto bakal kirim pasukan perdamaian ke warga Gaza ketika gencatan senjata dengan Israel tercapai. Prabowo juga memastikan kesiapan Indonesia untuk mengirim pasukan perdamaian ke Gaza.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan Gaza membutuhkan gencatan senjata permanen bukan hanya jeda taktis sepihak yang diberlakukan Israel.

Kamboja dan Thailand saling tuduh telah melanggar kesepakatan gencatan senjata. Hal ini menunjukkan rapuhnya perjanjian yang disepakati pada dua hari lalu.

Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim berterima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto yang membantu menyelesaikan konflik antara Thailand dan Kamboja.

Presiden RI Prabowo Subianto mengucapkan selamat dan mengapresiasi Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim yang sukses memediasi Thailand dan Kamboja untuk sepakat melakukan gencatan senjata.