
KSAD Beberkan Alasan Zeni TNI AD Siap Dikirim ke Gaza
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menanggapi rencana pemerintah mengirimkan pasukan perdamaian ke Gaza.
Ikuti perkembangan, konteks, dan liputan terkait dalam satu tempat.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menanggapi rencana pemerintah mengirimkan pasukan perdamaian ke Gaza.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Israel Gideon Saar mengatakan bahwa negaranya tidak akan menerima kehadiran Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF) dari Turki di Gaza.

Peringatan Amerika Serikat kepada Israel soal 30 hari kritis ke depan menandakan kekhawatiran Washington terhadap rapuhnya gencatan senjata Gaza.

TNI sedang membahas perencanaan teknis pengiriman pasukan perdamaian untuk dikirim ke Jalur Gaza dan sekitarnya, Palestina.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa pihaknya akan menentukan asal negara Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF) yang akan mengamankan kesepakatan damai Gaza.

Organisasi Nirlaba Internasional Humanity & Inclusion memperkirakan bahwa perlu waktu sekitar 20 hingga 30 tahun untuk membersihkan Gaza dari seluruh ranjau atau bom yang belum meledak.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Marco Rubio memperingatkan bahwa Israel dapat merusak kesepakatan gencatan senjata Gaza jika menganeksasi wilayah Tepi Barat, Palestina.

Israel mengatakan bahwa Hamas telah mengembalikan jasad dua tawanan lainnya berdasarkan kesepakatan gencatan senjata yang berlaku sejak 11 Oktober lalu.

Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan mengatakan bahwa negaranya siap berperan sebagai penjamin de facto jika solusi dua negara diterapkan di Palestina.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata di Gaza masih berlaku meskipun Israel berulang kali melancarkan serangan yang telah menewaskan puluhan orang di wilayah tersebut.