Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Candra Kurniawan membantah narasi Organisasi Papua Merdeka (OPM) terkait adanya penembakan brutal yang dilakukan TNI terhadap pelajar Papua di SMA Negeri 1 Yalimo mengakibatkan korban jiwa, Selasa (16/9).
Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Candra Kurniawan mengatakan kejadian penembakan oleh oknum TNI kepada warga sipil di Kota Jayapura hari Rabu (3/9) karena kesalahpahaman antara pelaku dan korban.
Kodam XVII/Cenderawasih menggelar patroli di sejumlah titik strategis Kota Jayapura, Papua. Patroli dilakukan dalam upaya menjaga stabilitas keamanan di Papua.
Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Candra Kurniawan menyebut Organisasi Papua Merdeka (OPM) adalah penjahat kemanusiaan. Hal ini lantaran OPM diduga kembali melancarkan aksinya dengan membunuh satu orang warga yang berprofesi sebagai tukang ojek di Kampung Awabutu, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, Provinsi Papua Tengah, Rabu (27/11).
Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Candra Kurniawan mengatakan bahwa gerombolan Organisasi Papua Merdeka (OPM) kembali melakukan aksi penembakan terhadap masyarakat di Kuburan Distrik 7 Pagaleme, Kabupaten Puncak Jaya, Provinsi Papua Tengah, Senin (21/10).
Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Candra Kurniawan memastikan Organisasi Papua Merdeka (OPM) kembali melakukan aksinya. Kali ini dengan membakar bangunan SMP Negeri Okbab, bertempat di Kampung Borban, Distrik Okbab, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan, Sabtu (13/7/2024).
Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Candra Kurniawan memastikan proses hukum kasus penganiayaan terhadap warga sipil oleh tiga belas oknum prajurit Satgas Yonif 300/Brajawijaya terhadap warga sipil di Kabupaten Puncak tetap berjalan yang merupakan pelaku pembakaran Puskesmas pada 3 Februari 2024 lalu tetap dilakukan.
Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Candra Kurniawan memastikan Daeng Rusli korban yang diduga dibunuh dan dibakar Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Paniai bukan prajurit TNI AD.