Pemerintah terus mengintensifkan upaya pemulihan sarana dan prasarana di wilayah terdampak bencana. Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengumumkan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Kuala sebagai langkah strategis terbaru.
Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakil KSAD) Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa mengatakan saat ini TNI Angkatan Darat sudah mengirimkan total 29.000 personel ke wilayah terdampak bencana di Sumatra.
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana alam di Pulau Sumatra dengan memberangkatkan Kapal ADRI XLIX dari Dermaga Satangair Pusbekangad, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (31/12). Pemberangkatan kapal ini dipimpin Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa sebagai bagian dari respons berkelanjutan TNI AD terhadap bencana banjir dan tanah longsor akibat cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Sumatra.
Presiden RI Prabowo Subianto melakukan peninjauan langsung ke Posko Kesehatan Kodam I/Bukit Barisan di Desa Batu Hula, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, Rabu (31/12).
Prajurit Korps Marinir masih berjibaku membersihkan wilayah terdampak banjir di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara. Sejak hari pertama pascabencana hingga Selasa (30/12) Marinir tanpa menunggu kondisi benar-benar pulih terus melakukan pembersihan di permukiman warga, fasilitas umum, hingga sekolah.
TNI Angkatan Darat melalui Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Kodam IM) terus berupaya mendorong pemulihan pascabencana dengan mengerahkan lima unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) untuk membersihkan sisa-sisa lumpur yang menutupi sejumlah fasilitas umum di wilayah Kabupaten Aceh Tamiang pada Selasa (30/12).
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengungkap adanya dugaan sabotase terhadap pembangunan jembatan bailey di wilayah terdampak bencana di Sumatra.
Pembangunan jembatan Bailey di Kutablang yang berada pada jalur nasional Medan-Banda Aceh, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, telah rampung dan siap difungsikan mulai Sabtu (27/12).
Perdamaian Aceh bukanlah peristiwa sesaat yang jatuh dari langit, melainkan hasil dari proses panjang yang penuh pengorbanan. Nilai perdamaian ini ditebus dengan ribuan nyawa dan air mata selama puluhan tahun konflik bersenjata yang melelahkan. Karena itu, setiap kemunculan kembali simbol-simbol konflik lama harus dibaca dengan pikiran jernih, waspada, dan penuh tanggung jawab.