HANKAM

Siswa Dikkopaska Terjun Free Fall dari Ketinggian 10 Ribu Kaki

Dikkopaska
Kegiatan free fall oleh para siswa Dikkopaska angkatan XLVI tahun 2022. (Foto: Dok. Pen Kodiklatal)

Jakarta, IDM - Untuk meningkatkan jam terbang selama menjalani pendidikan sebagai "Frogman", 42 siswa Pendidikan Komando Pasukan Katak (Dikkopaska) XLVI, melaksanakan latihan praktik Keparaan tahap free fall dari ketinggian 10 ribu kaki di Lanudal Juanda, Sidoarjo, Kamis (16/3).

Dansepaska Pusdiksus Kodikopsla Kodiklatal Letkol Laut (P) Wido Dwi Nugraha yang saat itu menyaksikan latihan, menyampaikan Keparaan adalah salah satu latihan praktik yang diberikan kepada siswa Dikkopaska dalam hal pemberian materi udara.

Baca Juga: Kondisi Terkini Dandim 1715 Yahukimo yang Ditembak KKB di Distrik Dekai

"Jadi, tujuan dilaksanakannya latihan praktik ini untuk memberikan bekal kepada siswa didik brevet Kopaska," kata Wido dikutip dari keterangan Pen Kodiklatal, Jumat (17/3).

Kegiatan yang berlangsung selama 30 hari ini, yakni Maret-14 April, para siswa menggunakan parasut statik maupun parasut free fall. Mereka mengikuti dua tahap kegiatan, pertama selama delapan hari melaksanakan latihan terjun statik, kemudian 22 hari melakukan terjun free fall.

Dikkopaska
(Foto: Dok. Pen Kodiklatal)

Sementara itu, Wardani seorang pensiunan Kopasgat yang menjadi jumping master dalam latihan ini mengatakan para siswa rata-rata sudah bisa menerima materi secara teoritis, meskipun belum semuanta secara praktik.

"Ya, sudah mendekati mungkin 70 sampai 80 persen. Makanya nanti di lapangan sambil kita tuntun pelan-pelan akan tercapailah apa yang kita harapkan," tuturnya.

Baca Juga: Danjen Kopassus Minta Prajuritnya Totalitas Layaknya Mesin Perang yang Tangguh

Keberadaan seorang pendamping atau jumping master sangat membantu siswa, manakala mereka menemui kendala. Seperti yang diungkapkan salah satu siswa, Letda M Rizky, jika ada beberapa kendala yang kerap dihadapi siswa saat penerjunan, salah satunya adalah perubahan angin yang cukup variabel.

"Merasa terbantu dengan adanya jumping master yang akan memandu jika terjadi kesalahan, agar saat pencabutan parasut sampai dengan pendaratan berjalan lancar dan selamat," ucap Rizky.

Penerjunan free fall Dikkopaska XLVI yang berlangsung sebanyak tiga shortir ini menggunakan pesawat udara jenis Cassa U-6215 Skuadron Udara 600 Wing Udara 2 Puspenerbal, diawaki pilot Mayor Laut (P) Candra Tri Wira Negara dan kopilot Letda Laut (P) Hamad Mirza. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.