HANKAM

Rimpac 2024: Marinir Indonesia, Brazil, dan Ekuador Pelatihan Penanggulangan Bahaya Nubika

Marinir Indonesia, Brazil, dan Ekuador
Marinir Indonesia, Brazil, dan Ekuador mendapatkan materi pembekalan ancaman bahaya kimia, biologi, radiologi, dan nuklir (CBRN) oleh tim USMC di Hawaii, AS, Rabu (17/7). (Foto: Dok. Dispen Kormar)

Jakarta, IDM – Marinir Indonesia, Brazil ,dan Ekuador mengikuti pembekalan materi ancaman bahaya kimia, biologi, radiologi, dan nuklir (CBRN) di Hawaii, AS, Rabu (17/7). Kegiatan ini merupakan rangkaian latihan bersama Rim of The Pacific (Rimpac) 2024.

Komandan Unsur Tugas Marinir Rimpac 2024 Mayor (Mar) Lukman Susanto, mengatakan pembekalan materi CBRN dipimpin langsung oleh Sersan Melinjer dan tim dari Marinir AS (USMC).

Ia menjelaskan, dalam pembekalan tersebut para prajurit Marinir ketiga negara mendapatkan pengenalan mengenai CBRN dan efek dari ancaman bahaya nuklir, biologi, dan kimia.

Baca Juga: TNI Buka Suara Terkait Pemberian Pangkat Letkol Tituler Kepada Lenis Kogoya

"Mereka diajaroan cara memakai alat pelindung diri (protective gear), pengenalan alat deteksi, tindakan setelah terkontaminasi CBRN, dan penandaan lokasi yang ada bahan kimia hingga cara lapor ke satuan atas," jelas Lukman, dikutip dari keterangan Dispen Kormar, Kamis (18/7).

Marinir Indonesia, Brazil, dan Ekuador
(Foto: Dok. Dispen Kormar)

Lukman mengungkapkan pembekalan dan pelatihan materi ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman serta cara penanggulangan dampak bahaya CBRN dari perspektif kesehatan dalam mendukung pertahanan negara.

"Saat ini, strategi perlindungan kesehatan bagi personel militer sudah berkembang. Selain menyelamatkan nyawa, juga aktif menjaga kesehatan serta profesionalisme pelayanan para personel pertahanan dari bahaya CBRN," ujar Lukman.

Baca Juga: Inspektur Kostrad Pimpin Upacara 17-an Bulan Juli

Sebelumnya, pada pembukaan Rimpac 2024 di Pearl Harbour, Amerika Serikat, Kamis (27/6) lalu, Komandan Satgas Gabungan Laksamana Madya John Wade menjelaskan gambaran umum dan inti latihan operasi untuk para pasukan Marinir.

Dalam latihan yang dijadwalkan dari 27 Juni-2 Agustus, pasukan Marinir dari berbagai negara bakal menjalani serial latihan patroli tanpa perlindungan, pertempuran kota (military operation urban training), permintaan bantuan tembakan (call for fire) hingga taktik serangan udara (air assault tactics).

Kemudian, serial latihan small boat, menembak teknik sniper, cara bertahan hidup di hutan (jungle survival), materi nuklir, biologi, dan kimia (nubika), perawatan medis (combat casualty care), dan pengetahuan pesawat nirawak tempur (small unmanned aerial system). (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.