Jakarta, IDM – Panglima Koops Udara (Pangkoopsud) I Marsda TNI Mohammad Nurdin memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) Komandan Lanud Husein Sastranegara dari Kolonel Pnb Ardi Syahri kepada Kolonel Pnb Alfian.
Melansir keterangan Penerangan Koopsud I, Senin (6/5), sertijab dilakukan dengan merujuk pada Surat Keputusan KSAU Nomor: Kep/9-PKS/IV/2024 tanggal 23 April 2024, tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan TNI Angkatan Udara.
Dalam upacara sertijab yang digelar di apron base ops Lanud Husein Sastranegara, Jumat (3/5), Pangkoopsud I mengatakan bahwa pergantian jabatan mengandung makna keberlanjutan dari proses dinamisasi organisasi. Tujuan, untuk memelihara serta meningkatkan aktualisasi peran organisasi yang sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman.
Baca Juga:ย Tim Gabungan Pomdam I/BB Ringkus Pengedar 104 Gram Sabu di Labuhan Batu
โJabatan merupakan suatu penghargaan dan apresiasi dari pimpinan, sekaligus amanah yang harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,โ sambung dia.
Kepada Kolonel Pnb Ardi Syahri, Pangkoopsud I mengucapkan terima kasih serta mengapresiasi kerja keras dan pengabdian Ardi selama menjabat sebagai Komandan Lanud Husein Sastranegara. โHal tersebut telah memberikan kontribusi yang positif bagi kemajuan dan perkembangan TNI AU,โ kata dia.
Sebagai pengganti pejabat lama, Kolonel Pnb Alfian diharapkan dapat menjalankan amanah dan tanggung jawab pimpinan ini dengan baik.
“Oleh karena itu, saya minta agar dalam melaksanakan tugasnya, Kolonel Pnb Alfian mampu menegakkan aturan, prosedur serta mencegah dan menindak tegas berbagai penyimpangan yang terjadi, sehingga mampu membawa perubahan dan kemajuan TNI Angkatan Udara yang AMPUH (Adaptif, Modern, Profesional, Unggul, Humanis),โ imbuh Pangkoopsud I.
Baca Juga:ย Momen Pangdam II/Sriwijaya Latih Prajuritnya Bela Diri Jarak Pendek
Pada kesempatan yang sama, Marsda TNI Mohammad Nurdin turut menyoroti bagaimana TNI AU, sebagai kekuatan inti pertahanan udara, akan selalu dihadapkan pada berbagai tantangan tugas. Adapun sumber tantangan itu salah satunya berasal dari perkembangan teknologi kedirgantaraan yang begitu pesat.
โKita juga memahami bahwa teknologi kedirgantaraan telah membuka jalan bagi penguasaan dan pemanfaatan dirgantara, baik untuk tujuan damai, maupun untuk kepentingan pertahanan negara,โ pungkas Pangkoopsud I. (yas)