IDM – Menlu Cina Wang Yi menegaskan komitmen Cina atas klaim Taiwan dengan mengatakan kepada para pemimpin dunia saat pertemuan Majelis Umum PBB ke-77, Sabtu (24/9). Wang menekankan bahwa kebijakan Satu Cina telah menjadi norma dasar komunitas hubungan internasional.
Dilansir dari UN, Sabtu (24/9), Wang Yi mengatakan โSetiap langkah untuk menghalangi reunifikasi China pasti akan dihancurkan oleh roda sejarah.โ Hal ini berkaitan dengan upaya pendekatan AS yang mendukung Taiwan selama beberapa bulan terakhir. Presiden AS Joe Biden bahkan mengatakan untuk membantu pertahanan dan keamanan Taiwan melalui RUU โTaiwan Policy Act of 2022โ. Nantinya, RUU ini akan memperkuat kebijakan AS terhadap Taiwan dalam mempertahankan lintas selat yang stabil saat China memperluas kampanyenya untuk melemahkan status quo.
โHanya ketika China sepenuhnya bersatu kembali, barulah ada perdamaian sejati di Selat Taiwan,โ ucap Wang Yi. Ia pun menegaskan bahwa Cina akan mengambil langkah paling kuat untuk menentang campur tangan eksternal.
Konflik antara Cina dan Taiwan bermula setelah perang saudara 1949, dimana Taiwan mendeklarasikan sebagai negara dengan pemerintahannya sendiri. Disisi lain, Cina menentang upaya AS yang membangun hubungan erat sejak kunjungan Ketua DPR Amerika Serikat Nancy Pelosi ke Taiwan. Cina bahkan menerbitkan buku putih Pertanyaan Taiwan dan Reunifikasi China di Era Baru untuk menekankan bahwa Taiwan adalah bagian dari China setelah kunjungan tersebut.
Wang menekankan klaim historis bahwa Taiwan telah menjadi milik China sejak zaman kuno. Dimana Cina berpegang pada Resolusi Majelis Umum PPB 2758 sebagai dokumen politik yang merangkum prinsip Satu Cina sebagai dasar hukum yang diakui oleh seluruh dunia, sehingga Taiwan tidak mendapatkan kursi di PBB. (BP)