Jakarta, IDM โย Prajurit Pangkalan TNI AL (Lanal) Tanjung Balai Asahan menciptakan inovasi dengan mengembangkan sebuah drone untuk mengatasi efisiensi penggunaan bahan bakar bagi alutsista yang dimiliki TNI AL saat ini.
Pembuatan drone mandiri yang dapat digunakan untuk membantu pengawasan atau patroli di laut tersebut, bekerja sama dengan salah satu perwira Pusat Pendidikan Teknologi (Pusdiktek) Komando Pembinaan Doktrin Pendidikan dan Latihan TNI AL (Kodiklatal).
“Drone yang diberi nama “Alap-Alap” ini dapat terbang sampai ketinggian 200 meter dengan radius operasi antara 20-25 km, tergantung kondisi cuaca saat itu,” ujar (Kadispen) Koarmada I TNI AL Kolonel Laut (P) Yoni Nova Kusumawan dalam keterangannya, dikutip di Jakarta, Senin (3/6).
Baca Juga:ย Prabowo Beri Bantuan Sumber Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
Yoni melanjutkan, dengan spesifikasi bentang sayap (wingspan) sepanjang 2.1 meter ini, drone “Alap-Alap” mampu dirampungkan dalam kurun waktu tiga bulan serta dapat melaju sampai dengan kecepatan 60 km per jam.
“Alap-Alap ini masih perlu penyempurnaan-penyempurnaan untuk mendapatkan performa terbaik,” kata Yoni.
Sementara Komandan Lanal Tanjung Balai Asahan Letkol Laut (P) Wido Dwi Nugraha menjelaskan pemberian nama “Alap-Alap” pada drone tersebut karena mengambil contoh dari sifat burung karnivora terkecil di dunia tersebut.
“Diberi nama drone ini “Alap-Alap” karena sifat burung tersebut, walaupun kecil tetapi dia pemangsa yang unggul yang memiliki ketajaman mata tiga kali lipat dari manusia normal,” jelasnya.
Baca Juga:ย Berlayar Menuju Hawaii, KRI RE Martadinata Bahas Persiapan Desain Latihan Rimpac 2024
Selain itu, Wido juga mengungkapkan anggaran yang dikeluarkan untuk pembuatan drone “Alap-Alap” masih tergolong kecil dibandingkan manfaat yang akan diterima oleh para prajurit dalam bertugas.
“Drone ini sangat membantu Lanal dan pos angkatan laut jajaran Tanjung Balai Asahan untuk memantau perairan di sekitar pesisir dan pantai,” ungkap Wido.
“Sehingga apabila terlihat kegiatan-kegiatan yang tidak lazim atau diluar kebiasaan dapat menjadikan dasar kita untuk menggerakan patroli keamanan laut yang dimiliki untuk pemeriksaan lebih mendalam,” imbuhnya. (at)