Jakarta, IDM โย Kapal induk Cina bersama dua kapal perusak memasuki wilayah perairan Jepang pada beberapa waktu lalu, yang meningkatkan ketegangan antara kedua negara.
Dilansir dari AP, Rabu (18/9), Kementrian Pertahanan (Kemhan) Jepang mengatakan bahwa kapal induk Cina Liaoning bersama dua kapal perusak, berlayar antara pulau Yonaguni dan Iriomote di selatan Jepang.
Baca Juga:ย Korut Kembali Luncurkan Rudal Balistik Jarak Pendek
Wilayah itu termasuk zona tambahan atau contiguous zone yang terbentang hingga 24 mil laut dari garis pantai. Berdasarkan hukum internasional, kapal dari negara lain diperbolehkan berlayar di wilayah itu tetapi Jepang berhak menggunakan kontrol yang diperlukan untuk mencegah atau menghukum pelanggaran terhadap bea cukai, fiskal, imigrasi dan sanitasi.
Wakil Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Hiroshi Moriya pun menyebut pihaknya telah menyampaikan “kekhawatiran serius” kepada Cina. Menurutnya, insiden itu sama sekali tidak dapat diterima bagi keamanan Jepang.
“Cina telah semakin memperluas dan mengintensifkan aktivitas militernya di sekitar Jepang dalam beberapa tahun terakhir,” ujarnya.
Baca Juga:ย Pager Hizbollah yang Diduga Diledakkan Israel Diproduksi di Budapest
“Kami akan terus memantau dengan seksama aktivitas kapal Angkatan Laut Cina di perairan sekitar negara kami dan akan mengambil semua tindakan yang memungkinkan untuk mengumpulkan informasi dan melakukan kewaspadaan serta pengawasan,” tegasnya.
Sementara, juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina Lin Jian membela aktivitas kapal perang negaranya, dengan mengatakan bahwa tindakan itu โmematuhi hukum domestik Cina dan hukum internasional.โ (bp)