Jakarta, IDM โ Hizbullah mengaku bertanggung jawab atas serangan drone terhadap salah satu rumah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Caesarea, Israel bagian utara pada pekan lalu.
“The Islamic Resistance mengklaim bertanggung jawab atas operasi Caesarea dan menargetkan rumah Netanyahu,” kata kepala media Hizbullah, Mohammad Afif melansir Al Jazeera, Rabu (23/10).
Baca Juga: Menhan AS Sebut Miliki Bukti Pengerahan Pasukan Korut ke Rusia
Pada Sabtu (19/10), satu dari tiga drone yang diluncurkan dari Lebanon menghantam kediaman Netanyahu. Namun, Netanyahu tidak berada di dalamnya pada saat serangan terjadi.
“Hari-hari dan malam-malam mendatang serta medan perang akan menjadi milik kita,” imbuh Afif, yang mengisyaratkan akan melakukan serangan serupa.
Selain itu, ia menyebut tidak akan ada negosiasi dengan Israel selama pertempuran masih berlangsung. Ia juga mengungkapkan beberapa anggota Hizbullah telah ditawan oleh militer Israel.
“Israel tidak mematuhi etika perang, dan kami menganggapnya bertanggung jawab atas keselamatan tahanan kami yang berada dalam tahanannya,โ imbuhnya.
Baca Juga: Sebut AS Sebagai Ancaman, Presiden Korut Serukan Kesiapan Senjata Nuklir
Menanggapi serangan Israel terhadap badan keuangan yang terkait dengan Hizbullah, al-Qard al-Hassan, Afif mengatakan “Hizbullah telah mengantisipasiโฆ agresi semacam itu dan telah mengambil semua tindakan pencegahanโ.
Setelah serangan drone di rumah Netanyahu tersebut, Israel semakin menggencarkan serangan udara di wilayah bagian selatan Beirut. Berdasarkan laporan Kementrian Kesehatan Lebanon, lebih dari 2.500 orang telah tewas akibat serangan Israel sejak Oktober tahun lalu. (bp)