Dirut PT PAL Sebut Pentingnya Transformasi Digital dalam Industri Pertahanan

Jakarta, IDM – Dirut PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod menekankan pentingnya transformasi digital bagi industri, khususnya di sektor maritim.
Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara di Lemhannas dalam acara program pendidikan reguler angkatan (PPRA) LXVII yang diikuti oleh TNI dari tiga matra, Polri serta kementerian dan lembaga.
“Transformasi digital adalah sebuah keharusan untuk membangkitkan industri yang modern dan mampu bersaing di kancah internasional,” tegas Kaharuddin di hadapan peserta PPRA LXVII Tahun 2024.
Ia menambahkan, bahwa dalam tiga tahun terakhir, PT PAL Indonesia telah menerapkan transformasi digital yang dikenal dengan nama Industri Maritim 4.0 (IM4).
Transformasi ini menitikberatkan pada peningkatan kinerja operasional perusahaan melalui teknologi Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), big data, serta dashboard monitoring. Dengan teknologi ini, semua proses produksi dapat dipantau secara real-time, mempercepat pengambilan keputusan, dan meningkatkan efisiensi.
“Perubahan ini bukan hanya soal teknologi, tetapi juga revolusi dalam cara berpikir terkait inovasi dan kepemimpinan,” ungkap Kaharuddin.
Baca Juga: Lewati Perairan PNG, KRI Wahidin Bekali Satgas dengan Materi Penyelamatan Kapal
Ia menegaskan bahwa di era digital seperti sekarang, keterbukaan menjadi syarat utama bagi industri untuk berhasil dalam transformasi.
“Transformasi digital harus dijalankan dengan penuh komitmen. Ini adalah syarat mutlak bagi PT PAL untuk menghadapi tantangan masa depan dan memperkuat daya saing di pasar domestik maupun internasional,” tambahnya.
Kaharuddin juga menyoroti pentingnya transformasi digital dalam memperkuat keamanan siber dan mencegah kebocoran informasi.
Transformasi digital di PT PAL, lanjut Kaharuddin, telah membawa dampak signifikan terhadap peningkatan produksi. Hal ini berdampak positif pada meningkatnya kepercayaan pemerintah RI serta beberapa negara lain yang memesan kapal perang dari galangan kapal yang memiliki fasilitas pembangunan dan perbaikan kapal selam satu-satunya di Asia Tenggara tersebut.
Baca Juga: Kerahkan 8 Pesawat Tempur, TNI AU Kawal Penerbangan Presiden ke-7 RI Kembali ke Solo
“Dengan perubahan ini, beberapa negara sahabat akan kembali memesan kapal rumah sakit dari PT PAL Indonesia,” ujarnya yang disambut tepuk tangan dari para peserta.
Menurutnya, industri maritim memiliki spektrum teknologi yang luas dan memainkan peran penting dalam ketahanan nasional, termasuk di bidang ketahanan pangan, energi, dan teritorial.
"Indonesia harus mampu memaksimalkan potensi maritimnya, baik untuk pertahanan maupun pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Kuncinya adalah kolaborasi antar instansi dan inovasi teknologi," pungkasnya. (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































