Jakarta, IDM โ Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono mengatakan, kebijakan pertahanan TNI Angkatan Udara (TNI AU) harus senantiasa disesuaikan dengan perkembangan lingkungan strategis, baik di tingkat global, regional, maupun nasional.
Hal tersebut disampaikan KSAU saat memberikan pembekalan kepada Perwira Siswa (Pasis) Sekolah Komando Kesatuan TNI Angkatan Udara (Sekkau) Angkatan ke-115 di Gedung Pramanasala, Sekkau, Jakarta, Kamis (10/10).
Menurutnya, pada level global, hal yang perlu menjadi perhatian adalah tantangan kemajuan teknologi, seperti kecerdasan buatan (AI), Directed Energy Weapons (DEWs), senjata hipersonik, serta serangan siber yang telah menjadi ancaman nyata.
Baca Juga: Sebanyak 5 Personel Koharmatau Terima Brivet Kehormatan Teknik TNI AU
“Di tingkat regional, Kasau menyampaikan pentingnya mewaspadai ancaman terorisme, perdagangan manusia, penyelundupan senjata, dan bencana alam. Sedangkan di tingkat nasional, tantangan separatisme di Papua, suksesi kepemimpinan nasional, dan Pilkada serentak menjadi perhatian utama,” tulis Dispenau dalam keterangan resminya dikutip Sabtu (12/10).
Selain itu, KSAU turut memberikan gambaran tentang postur TNI AU kedepan serta menjelaskan tekad TNI AU yang AMPUH (Adaptif, Modern, Profesional, Unggul, dan Humanis).
Untuk meningkatkan kualitas SDM, Kasau menggarisbawahi pendidikan militer yang berkelanjutan, peningkatan interoperabilitas antarmatra, serta latihan bersama dengan negara sahabat.
Baca Juga: Aksi Heroik Para Babinsa Padamkan Kebakaran di SPBU
โAlutsista sebaik dan secanggih apa pun, tidak akan berjalan dengan optimal, tanpa adanya SDM yang profesional dan unggul,โ ungkap KSAU.
Diakhir pembekalannya, Tonny mendorong para Pasis Sekkau untuk menjadi pemimpin yang menginspirasi, tegas, dan bijaksana, serta mengingatkan agar para Pasis mewaspadai ancaman dari dalam diri, seperti gangguan integritas akibat pinjaman online, judi online, dan hedonisme.
Pembekalan kepada Pasis Sekkau A-115 tersebut diikuti 151 orang yang terdiri dari 140 orang Pasis TNI AU termasuk 10 orang Wara; 4 orang Pasis dari TNI AD; 4 orang Pasis dari TNI AL; dan 3 orang Pasis mancanegara dari Filipina, Malaysia dan Kamboja. (yas)