Jakarta, IDM โย Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memastikan ke depan TNI akan fokus membangun batalyon seperti Batalyon Infanteri Penyangga Daerah Rawan (PDR) di daerah-daerah tertinggal.
Hal ini diungkapkannya saat acara penyerahan Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan (Alpahankam) oleh Kemhan kepala Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subianto di Monas, Rabu, (2/10).
Baca Juga:ย Pascaserangan Israel di Lebanon, Panglima: Kondisi Prajurit TNI Baik-baik Saja
“Ya betul. Nanti akan banyak. Kita sedang seting di mana strategisnya pertahanan, dan juga membantu daerah-daerah tertinggal,” kata Maruli.
Lebih lanjut kata Maruli, pembahasan untuk penambahan batalyon untuk daerah tertinggal ini sedang berlangsung dan ia memastikan ide ini bermanfaat untuk masyarakat.
Baca Juga: Jelang Transisi Pemerintahan Prabowo, TNI AL Matangkan Postur Kekuatan 20 Tahun ke Depan
“Banyak, sangat banyak. Jadi di daerah-daerah lain pun, kalau sudah tentara hadir tadi saya sampaikan minimal uang 1.000 orang, Rp 5 miliar di situ berputar. Informal job, dan lain sebagainya. Dan juga nanti pembangunan-pembangun pemerintah daerah bisa dibantu sama tentara ini. Dan kalau sudah teman-teman dengar kita komunikasi semakin intensif masalah TMMD. Karena kalau tentara yang kerjakan jauh lebih murah seperti pmbuatan jalan, RTLH, dan air,” kata Maruli. (rr)