Jakarta, IDM โ Sebanyak 20 prajurit TNI AL mengikuti kursus Advance Nautical Operation Monitoring and Analysis Exercise (Anomalyx) 2024 yang akan berlangsung selama dua pekan, yaitu 23 September-8 Oktober.
Kursus tersebut resmi dibuka oleh Komandan Pusat Komando dan Pengendalian TNI AL (Puskodal) Kolonel Laut (P) Rio Henrymuko di Mabesal, Cilangkap, Jakarta, Senin (23/9).
Baca Juga: Latihan Pasukan Khusus, Begini Skenario Operasi Amfibi Kopaska-Taifib di Papua
Puluhan prajurit TNI AL yang terdiri dari perwira, bintara maupun tamtama ini mengikuti kursus untuk pelatihan peningkatan kemampuan individu yang fokus pada penguasaan aplikasi sistem pusat komando dan kendali (Sispuskodal).
โKursus fokus pada penguasaan aplikasi Sispuskodal dalam pencarian kontak kapal asing yang diduga melakukan tindak pelanggaran di laut,โ jelas Rio, dikutip dari laman TNI AL, Selasa (24/9).
Dia mengatakan melalui kursus ini diharapkan dapat digunakan sebagai penerimaan data bagi jajaran unsur kapal perang (KRI) yang sedang berpatroli di laut.
Baca Juga: Latma Wirrajaya Ausindo 2024, TNI AD dan Australia Kolaborasi dengan Tank M113 A1
โAgar nantinya para personel di Puskodal dapat turut memantau keamanan para pengguna laut lainnya di seluruh wilayah perairan Indonesia,โ kata Rio.
Adapun kursus Anomalyx 2024 merupakan kelanjutan dari kursus sebelumnya, di mana kali ini para peserta akan lebih banyak melakukan praktik pencarian kontak kapal asing yang diduga melakukan tindak pelanggaran di laut dengan menggunakan aplikasi Sispuskodal.
Rio melanjutkan, kontak kapal asing tersebut nantinya dilakukan penilaian berdasarkan tingginya indikator nilai risk scoring yang dimiliki oleh kapal asing tersebut, lalu dilanjutkan dengan pendalaman menggunakan berbagai sarana bantu lainnya.
Baca Juga: 4 Kapal Perang Satuan Eskorta Resmi Berganti Komandan
โSehingga diharapkan hasil anomali tersebut nantinya dapat menjadi pedoman yang kredibel bagi seluruh unsur KRI yang sedang operasi maupun pemeriksaan terhadap kapal yang melakukan tindakan anomali,โ lanjutnya.
Selain diajarkan pengetahuan tentang cara pendeteksian anomali kapal di laut, pada kursus ini para peserta juga bakal mempelajari pengetahuan tentang hak dan kewajiban kapal asing melintasi Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI), hukum pelanggaran di laut serta pengetahuan mengenai citra satelit yang digunakan mendeteksi anomali. (at)