Sebanyak 67 siswa Sekolah Penerbang (Sekbang) Angkatan ke-112 digembleng untuk menjadi calon penerbang TNI Angkatan Udara (TNI AU) melalui pendidikan intensif yang digelar di Wing Pendidikan (Wingdik) 100/Terbang.
Di balik setiap penerbang TNI Angkatan Udara yang menjaga langit Nusantara, terdapat proses panjang yang harus mereka tempuh. Salah satu titik awal perjalanan karier mereka berada di Wing Pendidikan (Wingdik) 100/Terbang yang bermarkas di Lanud Adisutjipto, Yogyakarta.
Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono menekankan pentingnya kesiapan lembaga pendidikan penerbang dalam mendukung modernisasi TNI Angkatan Udara.
Sebanyak sembilan perwira penerbang TNI Angkatan Udara (TNI AU) telah resmi mengawali pengabdian sebagai penerbang militer usai merampungkan pendidikan standarisasi di Wingdik 100/Terbang.
Sebanyak sembilan Perwira Prajurit Karier (Pa PK) Penerbang TNI Angkatan Udara (TNI AU) melanjutkan fase pendidikan standarisasi di Wing Pendidikan (Wingdik) 100/Terbang, Lanud Adisutjipto, Yogyakarta. Mereka akan menempuh pendidikan selama tiga bulan yang terbagi ke dalam dua tahap, yakni tahap bina kelas dan bina terbang.
TNI Angkatan Udara (TNI AU) menggelar aptitude test bagi sembilan calon siswa penerbang Perwira Prajurit Karier (Pa PK) dari lulusan Program Studi (Prodi) Sarjana Terapan Penerbang Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug.
Sebanyak 38 perwira, termasuk dua perwira Wanita Angkatan Udara (Wara), yang merupakan siswa Sekolah Penerbang (Sekbang) angkatan ke-106 (A-106) berhasil menyelesaikan tahap awal terbang solo.
Sebanyak 30 siswa Dikmapa Pendidikan Sekolah Penerbang Prajurit Sukarela Dinas Pendek (PSDP) Penerbang TNI A-XXXV/TP 2024 mengikuti tahap pendidikan III, yaitu fase terbang dasar, di Wingdik 100/Terbang Lanud Adisutjipto, Yogyakarta.