Presiden Korea Utara (Korut) Kim Jong Un mengatakan bahwa penggunaan senjata jarak jauh oleh Ukraina merupakan hasil intervensi militer langsung oleh Amerika Serikat (AS) dan Rusia berhak melakukan serangan untuk membela diri.
Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan bahwa gagasan Barat tentang mempersenjatai Ukraina dengan senjata nuklir "sangat tidak bertanggung jawab".
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa pihaknya akan terus menguji coba Oreshnik, rudal balistik dengan hulu ledak hipersonik non-nuklir yang baru dikembangkan.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa Rusia telah meluncurkan "rudal balistik dengan hulu ledak hipersonik non-nuklir" yang baru dikembangkan ke fasilitas militer di Kota Dnipro, Ukraina pada beberapa waktu lalu.
Presiden Volodymyr Zelensky meluncurkan 'Rencana Ketahanan' atau Resillience Plan untuk Ukraina, yang menandai seribu hari sejak pecahnya perang dengan Rusia.
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden telah mengizinkan Ukraina untuk menggunakan rudal jarak jauh ATACMS, untuk melakukan 'serangan terbatas' ke teritorial Rusia.
Rusia dan Ukraina saling meluncurkan puluhan serangan drone pada Minggu (10/11), yang menjadi salah satu serangan skala besar sejak dimulainya perang pada Februari 2022.