S-75 Dvina merupakan sebuah sistem peluru kendali alias rudal darat ke udara yang dibuat oleh Uni Soviet (Rusia) yang disebutkan oleh mereka dengan C-75, sementara Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) menyebutnya dengan SA-2 Guideline.
Korea Utara (Korut) mengklaim berhasil uji coba rudal anti-pesawat terbaru pada Kamis (20/3), yang diproduksi dalam negeri secara massal sesuai perintah Presiden Kim Jong Un.
Korea Selatan (Korsel) melaporkan bahwa pihaknya mendeteksi peluncuran sejumlah rudal oleh Korea Utara (Korut) ke arah Laut Kuning pada beberapa waktu lalu. Hal itu dilakukan di tengah latihan militer gabungan antara Korsel dan Amerika Serikat (AS).
Presiden Korea Utara (Korut) Kim Jong Un mengawasi uji coba rudal jelajah strategis dan memerintahkan militernya untuk siap tempur menggunakan kekuatan nuklir.
Korea Utara (Korut) mengecam rencana pemerintahan Amerika Serikat (AS) untuk meningkatkan pertahanan rudal sekutu, dan menegaskan akan memperkuat deterens nuklir maupun kemampuan militer lainnya demi membela diri.
Ukraina berencana memproduksi sekitar 30.000 drone jarak jauh dan 3.000 rudal pada tahun 2025. Hal itu merupakan salah satu prioritas Ukraina tahun ini, yang menggelontorkan UAH 2,2 triliun untuk militer.
Rusia terus berupaya memperkuat pertahanan balistiknya dengan menguji sistem rudal baru, termasuk rudal balistik antarbenua Osina dan Oreshnik jenis baru.
Penasihat Keamanan Nasional Korea Selatan (Korsel), Shin Won-sik melaporkan bahwa Rusia telah mengirim rudal dan komponen pertahanan udara ke Korea Utara (Korut).
Houthi, kelompok milisi yang pro-Iran mengklaim telah meluncurkan dua rudal ke Jaffa, kota di Israel bagian tengah dalam memperingati setahun perang di Gaza.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memperingatkan pihaknya akan melakukan serangan balasan terhadap Iran, yang meluncurkan hampir 200 rudal ke negaranya pada Selasa (1/10).