Hamas mulai menyerahkan tiga orang Israel yang disandera di Gaza pada Kamis (30/1), sebagai bagian dari pertukaran dengan 110 sandera Palestina dalam tahap akhir kesepakatan gencatan senjata.
Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono mengatakan, Komando Operasi Udara Nasional (Koopsudnas) telah menorehkan sejumlah capaian dan keberhasilan dalam menjalankan berbagai tugas penting dengan hasil yang membanggakan.
Badan PBB untuk Pengungsi Palestina atau UNRWA harus mengakhiri semua operasinya di Yerusalem paling lambat pada 30 Januari. Hal itu diungkapkan oleh Duta Besar Israel untuk PBB Danny Danon dalam surat kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.
Hamas mengembalikan tiga orang Israel yang menjadi sandera selama perang, pada Minggu (19/1). Pembebasan itu disusul dengan dikembalikannya 90 orang Palestina dari penjara Israel beberapa jam kemudian.
Israel telah membebaskan 90 orang Palestina yang ditahan selama konflik dengan Hamas, pada Senin (20/1) pagi waktu setempat. Pembebasan ini merupakan bagian dari kesepakatan gencatan senjata yang berlaku mulai kemarin.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-bangsa (Sekjen PBB) Antonio Guterres mengatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata Hamas-Israel merupakan langkah awal yang penting dan semua pihak harus berkomitmen untuk memastikan kesepakatan itu dilaksanakan sepenuhnya.
Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan bahwa sebanyak 28 warga Palestina tewas dalam serangan Israel di Jalur Gaza dan 59 lainnya selama 24 jam terakhir. Hal ini menjadikan jumlah korban tewas secara keseluruhan sejak Oktober 2023 sekitar 45.581.
Jumlah populasi di Gaza, Palestina telah menurun sebanyak 6 persen atau sekitar 160.000 orang, termasuk lebih dari 45.500 warga tewas dan 100.000 lainnya mengungsi sejak 7 Oktober 2023.