Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden melakukan kunjungan mendadak dan bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Istana Mariinsky, Kyiv, Senin (20/2). Dalam lawatannya, Biden menjanjikan bantuan baru senilai $500 juta, termasuk amunisi artileri dan senjata anti-tank.
Kanselir Jerman Olaf Scholz menegaskan bahwa negaranya tidak akan memasok jet tempur ke Ukraina. Pernyataan ini disampaikan di saat Kyiv meminta negara-negara Barat untuk lebih banyak mengirim persenjataan canggih, termasuk jet tempur dalam menghalau serangan pasukan Rusia.
Menteri Pertahanan (Menhan) Prancis Sebastian Lecornu menjanjikan dukungan militer yang tidak akan padam ke Ukraina. Prancis akan menambah dukungan persenjataan dan dana bantuan senilai $ 212 juta agar Ukraina mampu terus mempertahankan wilayahnya dari invasi Rusia.
Ibu Kota Ukraina kembali diserbu serangan pesawat nirawak (drone) oleh pasukan Rusia, Senin (19/12). Sekitar 20 drone Shahed terdeteksi di wilayah udara Kyiv dan 15 di antaranya berhasil ditembak jatuh.
Jakarta, IDM - Presiden Prancis Emmanuel Macron setuju untuk mengirim artileri modern ke Kyiv untuk membantu membendung serangan baru Rusia di Kiev, Ukraina Timur. Macron mengatakan bahwa ia tidak akan masuk ke dalam konflik secara langsung dengan Rusia, tetapi ia…