
NATO Kecam Pengerahan Pasukan Korut ke Rusia
Organisasi Pakta Pertahanan NATO Atlantik Utara (North Atlantic Treaty Organization/NATO) mengecam Rusia dan Korea Utara (Korut) karena memperluas perang di Ukraina.
Ikuti perkembangan, konteks, dan liputan terkait dalam satu tempat.

Organisasi Pakta Pertahanan NATO Atlantik Utara (North Atlantic Treaty Organization/NATO) mengecam Rusia dan Korea Utara (Korut) karena memperluas perang di Ukraina.

Kementerian Pertahanan Korea Selatan (Korsel) mengatakan bahwa lebih dari 10.000 tentara Korea Utara (Korut) telah berada di Rusia, yang diyakini akan ikut melawan Ukraina di medan tempur.

Korea Utara (Korut)) meluncurkan rudal balistik jarak pendek pada Selasa (5/11), beberapa jam jelang pemilu presiden Amerika Serikat (AS).

Amerika Serikat (AS), Korea Selatan (Korsel) dan Jepang menggelar latihan udara gabungan sebagai tanggapan atas uji coba rudal balistik antarbenua oleh Korea Utara (Korut) pada beberapa waktu lalu.

Korea Utara (Korut) meluncurkan rudal balistik antarbenua (Intercontinental Ballistic Missile/ICBM) ke Laut Timur pada Kamis (31/10), yang merupakan pertama kalinya di tahun 2024. Langkah tersebut merupakan wujud komitmen Korut untuk membangun deterens terhadap ancaman asing.

Korea Utara (Korut) mengklaim berhasil melakukan uji coba rudal balistik antarbenua Hwasong-19, di tengah beredarnya laporan terkait pengerahan pasukan ke Rusia.

Presiden Korea Selatan (Korsel) Yoon Suk Yeol mengatakan bahwa pengerahan pasukan Korut di Rusia menimbulkan ancaman keamanan bagi negaranya dan masyarakat global.

Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte mengatakan bahwa pasukan Korea Utara (Korut) telah dikerahkan ke Rusia dan tengah beroperasi di wilayah perbatasan Kursk. Hal itu ia ungkapkan usai bertemu dengan pejabat pertahanan Korea Selatan (Korsel) pada hari beberapa waktu lalu.

Badan Intelijen Pertahanan Ukraina (Defense Intelligence of Ukraine/DIU) mengatakan bahwa unit militer dari Korea Utara (Korut) telah memasuki zona pertempuran membantu Rusia.

Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Lloyd Austin mengatakan pihaknya memiliki bukti bahwa Korea Utara (Korut) telah mengirim pasukan militer ke Rusia, tetapi belum dapat memastikan tujuan pengerahan tersebut.