
Korut Diduga akan Kirim Pasukan Tambahan ke Rusia
Korea Selatan (Korsel) menduga bahwa Korea Utara (Korut) sedang bersiap untuk mengerahkan lebih banyak pasukan ke Rusia untuk melawan Ukraina, bahkan setelah beberapa tentaranya ditangkap.
Ikuti perkembangan, konteks, dan liputan terkait dalam satu tempat.

Korea Selatan (Korsel) menduga bahwa Korea Utara (Korut) sedang bersiap untuk mengerahkan lebih banyak pasukan ke Rusia untuk melawan Ukraina, bahkan setelah beberapa tentaranya ditangkap.

Kementerian Luar Negeri Korea Utara (Kemlu Korut) mengecam Amerika Serikat (AS) karena mengirim pesawat militer ke Semenanjung Korea dan juga menggelar latihan militer dengan Jepang dan Korea Selatan (Korsel).

Badan Intelijen Korea Selatan (National Intelligence Service/NIS) mengungkapkan bahwa sekitar 300 tentara Korea Utara (Korut) yang dikirim untuk perang bersama Moskow melawan Ukraina telah tewas.

Komando Rayon Militer (Koramil) 1623-06/Selat yang memimpin operasi evakuasi dan penyelamatan berhasil menemukan seorang pendaki Warga Negara Asing (WNA) asal Korea Selatan, Kyeungdam Oh (31) yang dilaporkan tersesat saat mendaki Gunung Agung, di Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali, Jumat, (3/1).

Militer Korea Selatan (Korsel) membantah telah mengirim selebaran anti-Pyongyang untuk memicu provokasi ketika mantan Menteri Pertahanan (Menhan) Kim Yong-hyun menjabat.

KT-1B Woong Bee merupakan salah satu alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang saat ini masih memperkokoh kekuatan TNI Angkatan Udara (TNI AU). Pesawat asal Korea Selatan (Korsel) tersebut berfungsi sebagai pesawat latih lanjut bagi para calon penerbang.

Presiden Korea Selatan (Korsel) Yoon Suk Yeol telah menerima pengunduran diri Menteri Pertahanan (Menhan) Kim Yong-hyun dan menunjuk Duta Besar untuk Arab Saudi Choi Byung-hyuk untuk menggantikannya.

Profesor ilmu politik Robert Kelly dari Universitas Nasional Pusan, Korea Selatan (Korsel) menilai bahwa darurat militer yang dideklarasikan oleh Presiden Yoon Suk Yeol merupakan tindakan yang didasarkan atas alasan tidak masuk akal dan merupakan bentuk Coup d'Etat atau kudeta.

Presiden Korea Selatan (Korsel) Yoon Suk Yeol telah secara resmi mencabut darurat militer dalam rapat kabinet pada Rabu (4/12) pagi waktu setempat, enam jam setelah ia memberlakukan aturan tersebut.

Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (Joint Chief of Staff/JCS) mengatakan bahwa lima pesawat militer Cina dan enam Rusia memasuki Zona Identifikasi Pertahanan Udara Korsel (South Korea Air Defense Identification Zone/KADIZ). Hal itu ditanggapi Korsel dengan mengirim pesawat tempur sebagai peringatan.