
Jejak Kejahatan 14 OPM yang Ditembak TNI
Sebanyak 14 anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) tewas ditembak Komando Operasi (Koops) Habema Kogabwilham III karena melakukan serangan pada Rabu (15/10) sekitar pukul 05.30 WIT.
Ikuti perkembangan, konteks, dan liputan terkait dalam satu tempat.

Sebanyak 14 anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) tewas ditembak Komando Operasi (Koops) Habema Kogabwilham III karena melakukan serangan pada Rabu (15/10) sekitar pukul 05.30 WIT.

Komando Operasi (Koops) Habema Kogabwilhan III terlibat baku tembak dengan kelompok separatis bersenjata OPM Kodap VIII/Soanggama, Rabu (15/10).

TNI melalui Komando Operasi (Koops) Habema terlibat kontak tembak dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM) di tiga lokasi berbeda.

Dalam sepekan Komando Operasi (Koops) Habema TNI bentukan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, berhasil melumpuhkan pentolan-pentolan Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Panglima Komando Operasi TNI Habema, Mayjen TNI Lucky Avianto memimpin upacara pelepasan purna tugas Satgas pamtas mobile Indonesia-PNG Yonif 509 dan Satgas Yonif 432 Kostrad.

Dalam acara Rapim TNI-Polri Februari tahun lalu yang digelar di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengumumkan akan membentuk Koops Habema. Habema sendiri merupakan akronim dari “Harus Berhasil Maksimal”.

TNI memiliki tugas pokok yang terbagi atas operasi militer untuk perang (OMP) dan operasi militer selain perang (OMSP). Dalam konteks OMSP, pengerahan kekuatan TNI adalah untuk melaksanakan tugas-tugas nontempur, seperti tugas-tugas kemanusiaan, penanggulangan akibat bencana dan untuk kepentingan nasional lainnya.

Komandan Satgas Yonif 323 Kostrad, Letkol Inf Tri Wiratno berpesan kepada seluruh prajuritnya untuk memanfaatkan waktu penugasan untuk hal-hal positif, bukan hanya sekadar melaksanakan tugas pengamanan wilayah semata.

Program borong hasil tani (Rosita) yang dilakukan prajurit TNI di wilayah operasi terutama di Papua, bertujuan untuk membantu peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal. Biasanya, dalam program ini para prajurit TNI membeli berbagai hasil tani seperti sayuran, buah-buahan, dan umbi-umbian.

Kepada seluruh pasukannya, Komandan Satgas Yonif 323 Kostrad Letkol Inf Tri Wiratno menekankan pentingnya perhatian kepada masyarakat di wilayah penugasan.