Panglima Angkatan Laut Kerajaan Belanda, Laksamana Madya Harold Liebregts, membedah akar ketegangan maritim yang kerap melanda perairan dunia saat ini. Harold menilai sengkarut tersebut bersumber dari benturan kepentingan klasik antara negara yang menginginkan laut bebas sebagai jalan tol logistik dunia dan negara maritim yang ingin melindungi wilayahnya.
Panglima Angkatan Laut Kerajaan Belanda Laksamana Madya Harold Liebregts, menonjolkan terbentuknya poros baru kekuatan bawah laut antara Indonesia dan Belanda yang kini sama-sama berkiblat ke Prancis. Harold secara khusus mengaitkan kemiripan pilihan strategis kedua negara yang memercayakan proyek kapal selam masa depan mereka kepada galangan kapal Naval Group.
Panglima Angkatan Laut Kerajaan Belanda, Laksamana Madya Harold Liebregts, memperingatkan munculnya celah hukum kritis dalam Konvensi Hukum Laut Internasional (UNCLOS). Regulasi maritim global tersebut dinilai gagap membendung taktik perang asimetris modern, terutama ancaman sabotase kabel bawah laut dan operasi zona abu-abu (grey-zone operations).