Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-bangsa (Sekjen PBB) Antonio Guterres mengatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata Hamas-Israel merupakan langkah awal yang penting dan semua pihak harus berkomitmen untuk memastikan kesepakatan itu dilaksanakan sepenuhnya.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyambut baik kesepakatan gencatan senjata di Gaza dan menyerukan implementasi segera demi terhentinya korban jiwa dalam konflik yang telah berlangsung sejak Oktober 2023.
Hamas dan Israel telah menyepakati kesepakatan tiga tahap yang dimediasi oleh Qatar, Mesir, dan Amerika Serikat (AS). Kesepakatan ini diharapkan dapat mengakhiri konflik yang telah menewaskan sekitar 46.000 orang di Gaza sejak Oktober 2023.
Qatar mengungkapkan bahwa negosiasi yang bertujuan untuk mengakhiri konflik di Jalur Gaza masih berlangsung. Namun, tidak dapat dipastikan kapan kesepakatan antara Hamas dan Israel tercapai.
Hamas dan Israel saling menyalahkan atas kesepakatan gencatan senjata yang tak kunjung disepakati di Jalur Gaza. Hal ini terjadi usai keduanya melaporkan adanya kemajuan proses negosiasi selama beberapa minggu terakhir.
Perundingan untuk mencapai gencatan senjata sekaligus pembebasan tawanan perang antara Hamas-Israel hampir rampung, demi menyelesaikan konflik yang berlangsung sejak Oktober tahun lalu.
Kelompok Hamas mengucapkan selamat kepada rakyat Suriah karena telah mencapai "cita-cita mereka untuk kebebasan dan keadilan" setelah Hay'at Tahrir al-Sham (HTS) menggulingkan Presiden Bashar al-Assad.