Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengatakan bahwa Amerika Serikat (AS) telah memicu ketegangan geopolitik untuk mempertahankan dominasi global. Hal itu ia ungkapkan di forum diplomasi militer Xiangshan di Cina.
Otoritas militer Cina mengatakan bahwa sebuah kapal militer Filipina telah “memasuki secara ilegal" perairan dekat Scarborough Shoal tanpa izin. Filipina didesak untuk segera menghentikan provokasinya.
Cina menegaskan bahwa Amerika Serikat (AS) tidak memiliki hak untuk mencampuri masalah negaranya dengan Filipina. Hal itu diungkapkan setelah Presiden Joe Biden menyatakan komitmen untuk mendukung Filipina terkait perebutan wilayah di Laut Cina Selatan (LCS).
Amerika Serikat (AS) mengatakan bahwa sebuah pesawat tempur Cina telah melakukan intersepsi berbahaya terhadap pesawat B-52 Angkatan Udara AS yang hampir menyebabkan tabrakan di atas Laut Cina Selatan pada beberapa waktu lalu.
Mara Karlin, penasihat kebijakan luar negeri dan pertahanan Amerika Serikat (AS), mengatakan bahwa AUKUS merupakan upaya pencegahan terhadap kekuatan Cina sekaligus menjaga perdamaian di Indo-Pasifik.
Cina semakin meningkatkan kapabilitas persenjataan nuklir selama beberapa tahun terakhir. Meskipun negara-negara Barat mengecam tindakan tersebut, Rusia mengaku tidak khawatir dan menilainya murni sebagai hak kedaulatan Cina.
Wakil Perdana Menteri Serbia Milos Vucevic mengatakan bahwa alutsista dan peralatan militer lain dari Cina telah memperkuat angkatan bersenjata negaranya secara signifikan, khususnya sistem pertahanan udara dan drone.
Otoritas keamanan Filipina mengatakan sebuah kapal penjaga pantai dan kapal pasokan logistik ditabrak oleh kapal Cina di wilayah perairan sengketa. Hal ini menambah ketegangan antara kedua negara.
Juru bicara Kemenlu Cina Mao Ning menyangkal laporan tahunan Amerika Serikat (AS) yang menyebut Cina memiliki lebih dari 500 hulu ledak nuklir. Menurut Mao, laporan itu hanyalah prasangka dan AS telah memutarbalikkan fakta.
Amerika Serikat (AS) mengatakan bahwa Cina memiliki lebih dari 500 hulu ledak nuklir yang siap beroperasi dan diperkirakan jumlahnya akan bertambah hingga lebih dari 1.000 unit pada tahun 2030.