
Pusat Komando Maritim Pulau Penyengat
Bagi siapapun yang mendekati jungpinang, siluet pulau berdarah biru di Kepulauan Riau ini selalu menjanjikan narasi pertahanan maritim masa lalu yang cukup megah. Lembaran sejarah maritim seolah terbuka kembali saat menaiki pompong, perahu bermesin kayu khas setempat, di bawah terik matahari siang bolong, tepat pukul 13.00 WIB. Pelayaran membelah ombak selama 15 menit itu berakhir begitu kaki menginjakkan pelabuhan pulau seluas 3,5 kilometer persegi tersebut. Kawasan ini merupakan mahar pernikahan pemberian Sultan Mahmud untuk sang permaisuri, Engku Putri Raja Hamidah, pada 1805.


