KRI Tombak-629 menggelar latihan penembakan meriam dan senjata ringan untuk memastikan kesiapan alutsista dari unsur Satuan Kapal Cepat (Satkat) Koarmada II. Latihan ini dilaksanakan di Laut Jawa, pada awal April.
Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono mengungkap bahwa TNI Angkatan Udara (TNI AU) membutuhkan alat utama sistem persenjataan (alutsista) mutakhir yang mampu beradaptasi dengan ancaman modern dan dinamika pertahanan saat ini.
Pesawat tempur F-5 Tiger II pernah menjadi salah satu unsur alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang memperkokoh kekuatan TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan dapat diandalkan dalam menjaga kedaulatan udara Indonesia.
TNI Angkatan Udara (TNI AU) hampir tidak pernah absen, bahkan kerap menjadi yang pertama dan terdepan dalam sejumlah misi kemanusiaan yang ditugaskan pemerintah. Hal tersebut tidak terlepas dari peran dan karakteristik pengerahan alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI AU yang identik dengan kecepatan, salah satunya pesawat. Kesiapan personel TNI AU dalam setiap operasi juga menjadi kunci terlaksananya misi secara optimal.
Pesawat tempur A-4 Skyhawk menjadi salah satu alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang pernah memperkokoh kekuatan TNI Angkatan Udara (TNI AU) dalam menjalankan tugasnya untuk menjaga kedaulatan udara Indonesia.
Kapal selam adalah salah satu alat utama sistem persenjataan (alutsista) bawah laut yang diandalkan berbagai negara-negara dengan kekuatan militer terbesar di dunia, seperti Amerika Serikat, Rusia, Cina, dan India tentunya memiliki armada kapal selam dengan jumlah yang banyak.
Pangkoarmada I Laksamana Muda Yoos Suryono Hadi memeriksa kesiapan kapal perang jajaran Koarmada, saat inspeksi pasukan dan alutsista (admiral inspection), di Pondok Dayung, Jakarta, Jumat (14/3).
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan sasaran dalam perubahan UU TNI di antaranya memperkuat kebijakan modernisasi alutsista dan industri pertahanan dalam negeri, memperjelas batasan dan mekanisme pelibatan TNI dalam tugas non militer, meningkatkan kesejahteraan dan jaminan sosial prajurit serta menyesuaikan ketentuan terkait kepemimpinan jenjang karier dan usia pensiun sesuai dengan kebutuhan organisasi.
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengatakan TNI akan menurunkan sejumlah alat utama sistem persenjataan (Alutsista) untuk pengamanan hari raya Idul Fitri tahun 2025.
TNI AL membahas rencana pengembangan pembangunan pangkalan angkatan laut di wilayah choke point perairan Indonesia, pada rapat koordinasi logistik yang dipimpin oleh Aslog KSAL Laksamana Muda Eko Sunarjanto, Jakarta, Kamis (6/3).