Jakarta, IDM โ Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono mengungkap bahwa TNI Angkatan Udara (TNI AU) membutuhkan alat utama sistem persenjataan (alutsista) mutakhir yang mampu beradaptasi dengan ancaman modern dan dinamika pertahanan saat ini.
Hal tersebut ditegaskan oleh KSAU dalam sambutannya saat memimpin upacara peringatan HUT ke-79 TNI AU yang digelar di Lapangan Apel Mabesau, Cilangkap, Jakarta, Rabu (9/4).
Baca Juga: TNI Pastikan Tidak Ada Militerisasi di Kampus
KSAU menambahkan, alutsista yang dimiliki oleh TNI AU juga harus memiliki interoperabilitas yang tinggi dengan sistem pertahanan mutakhir, serta memiliki daya gentar (deterrence effect) dalam menjaga ruang udara nasional.
Upaya untuk memperkokoh kekuatan TNI AU dengan beragam alutsista yang mutakhir terus digiatkan oleh pemerintah dan Marsekal TNI Tonny menyebut bahwa Presiden RI Prabowo Subianto berperan besar dalam hal tersebut.
“Kita patut bersyukur bahwa Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, memberikan perhatian besar terhadap modernisasi alutsista TNI Angkatan Udara. TNI AU secara bertahap akan menerima pesawat tempur generasi terbaru, sistem radar modern, serta alutsista canggih lainnya guna meningkatkan daya tangkal, serta kemampuan adaptif menghadapi tantangan di masa depan,โ tegas dia.
Baca Juga: Walaupun Sudah Disahkan DPR, UU TNI Belum Bisa Digunakan
Jelang kedatangan beragam alutsista terbaru tersebut, KSAU menyebut pihaknya terus melakukan beragam persiapan guna menjamin kesiapan di segala aspek dengan sebaik-baiknya.
โMulai dari sumber daya manusia, penyesuaian doktrin, validasi organisasi, hingga infrastruktur pertahanan sehingga dapat memaksimalkan pemanfaatan alutsista (mutakhir) tersebut di era peperangan modern yang semakin kompleks,” kata KSAU. (yas)