Marapi Consulting & Advisory kembali menggelar diskusi bertajuk Ngobrolin Pertahanan Indonesia (Ngopi) de’Talkshow episode ke-4 dengan fokus pada masa depan pertahanan Indonesia, khususnya peningkatan kemampuan kapal selam sebagai tulang punggung matra laut, Selasa (6/10).
Pembangunan kekuatan pertahanan maritim Indonesia memasuki fase krusial seiring pelaksanaan Optimum Essential Force (OEF) 2025–2029. Salah satu agenda utama adalah penguatan kemampuan bawah laut TNI Angkatan Laut melalui modernisasi armada kapal selam dan pembangunan sistem deteksi bawah air yang terintegrasi.
Di tengah tekanan fiskal dan ketidakpastian ekonomi global, pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) melalui pinjaman luar negeri dinilai harus berlandaskan prinsip value for money. Artinya, setiap rupiah yang dibelanjakan harus menghasilkan kemampuan pertahanan yang optimal dan sepadan dengan biaya yang dikeluarkan.
Pengamat pertahanan dari Semar Sentinel, Alman Helvas Ali mengatakan integrasi 'data link' menjadi tantangan Indonesia ketika ingin melakukan pengadaan kapal perang dari Italia.
Pengamat Pertahanan Alman Helvas Ali mengungkapkan urgensi TNI AL memiliki pusat data (database) "acoustic signature" untuk kapal-kapal selam dan permukaan dari negara-negara yang ada di kawasan.