
AS Kembali Serang Iran, Ini Alasannya
Amerika Serikat (AS) meluncurkan serangan udara terhadap Iran meskipun Presiden Donald Trump telah berjanji untuk deeskalasi selama tujuh hari prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran terdahulu, Ali Khamenei.
Ikuti perkembangan, konteks, dan liputan terkait dalam satu tempat.

Amerika Serikat (AS) meluncurkan serangan udara terhadap Iran meskipun Presiden Donald Trump telah berjanji untuk deeskalasi selama tujuh hari prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran terdahulu, Ali Khamenei.

Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, yang tewas akibat serangan udara gabungan Amerika Serikat (AS)-Israel, akan dimakamkan di kota kelahirannya, Mashhad, pada 9 Juli mendatang. Namun, prosesi penghormatan akan dimulai besok.

Ketegangan di Timur Tengah melonjak tajam setelah Iran mengumumkan wafatnya Pemimpin Tertinggi, Ali Khamenei, akibat serangan udara yang dituding dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel.

Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei memperingatkan Amerika Serikat (AS) bahwa setiap serangan terhadap negaranya akan mengakibatkan "perang regional" seiring dengan peningkatan aset militer Presiden AS Donald Trump di Timur Tengah.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) mengatakan siap untuk segera melaksanakan perintah pemimpin tertinggi Ali Khamenei untuk menghukum Israel atas pembunuhan pemimpin politik Hamas Ismail Haniyeh di Teheran.