Sosok Sjafrie Sjamsoeddin yang Kini Jabat Menteri Pertahanan Indonesia

Jakarta, IDM – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto resmi melantik Letjen TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin sebagai Menteri Pertahanan RI periode 2024-2029. Pelantikan tersebut berlangsung di Istana Merdeka, Senin (21/10).
Pelantikan 48 menteri hingga 5 pejabat setingkat menteri ini dimulai pukul 10.00 WIB. Dalam pelantikan ini Prabowo membacakan sumpah jabatan para menteri yang kemudian diikuti oleh para menteri.
"Bersediakah saudara-saudara diambil untuk sumpah janji menurut agama dan kepercayan masing-masing?," ucap Prabowo
Baca Juga: Brigjen Marinir Samson Sitohang, dari Dankodikmar Jadi Wadan Paspampres
"Bersedia," jawab seluruh anggota Kabinet Merah Putih.
“Bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan penuh rasa tanggung jawab," ujar Prabowo diikuti para menteri.
Setelah itu, para menteri yang dilantik melakukan penandatangan yang disaksikan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Sosok Sjafrie Sjamsoeddin
Baca Juga: Aksi Fly Past Pesawat Tempur TNI AU Ramaikan Upacara Pisah Sambut Presiden RI di Istana Merdeka
Sjafrie Sjamsoeddin merupakan putra kelahiran 30 Oktober 1952, Makassar, Indonesia. Dihimpun berbagai sumber, Sjafrie Sjamsoeddin merupakan keturunan panglima perang La Temmu Page Arung Labuaja.
La Temmu Page adalah seorang bangsawan Bugis Bone. Seorang Arung yang terjun langsung memimpin pasukan mengangkat senjata, bertempur mengusir pasukan penjajah yang menyerbu negeri Kerajaan Bone.
Sjafrie sendiri merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1974. Ia lulus barsama dengan Letjen Purn Prabowo Subianto dan sama-sama bertugas di Komando Pasukan Sandi Yudha — yang saat ini dikenal sebagai Kopassus.
Dia memulai karier sebagai Danton Grup 1 Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopassandha) dan kemudian menjabat sebagai Dan Nanggala X di Timor-Timur pada tahun 1976.
Pada tahun 1997, Sjafrie diangkat sebagai Pangdam Jaya, menjadikannya sebagai salah satu jenderal bintang tiga terkemuka di TNI. Pernah mendapat julukan ‘Pangdam Jaya Tertampan’.
Dia memiliki peran dalam meredam kerusuhan di Jakarta pada Mei 1998. Ia juga sempat menjabat sebagai Koordinator Staf Ahli (Korsahli) TNI (2001), pernah berada di Pusat Penerangan (Puspen) TNI (2002), menjadi Sekretaris Jenderal Departemen Pertahanan (2005).
Selanjutnya Wakil Menteri Pertahanan era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) periode 2010-2014 dan terakhir ia menjabat sebagai penasihat khusus saat Prabowo jabat Menteri Pertahanan.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































