Jakarta, IDM – TNI AU kembali kedatangan pesawat Super Hercules C-130J. Ini adalah unit kedua dari lima pesawat yang diboyong oleh Indonesia.
Pesawat asal Amerika Serikat (AS) yang akan memperkuat postur pertahanan udara Indonesia tersebut rencananya akan sepenuhnya tiba pada Januari 2024.
Baca Juga:ย Kepala Bakamla RI Paparkan Strategi Wujudkan Tata Kelola Keamanan Laut
Akuisisi alutsista dari AS yang dilakukan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto ini memiliki tantangan tersendiri. Negara itu diketahui mempunyai regulasi yang ketat terkait penjualan alutsista.
Pengamat pertahanan Piebo Dimas Perdana mengatakan, AS dalam hal ini memiliki aturan tersendiri seperti FMS, DCS, hingga ITAR. Semuanya adalah proses yang panjang dan rumit, serta membutuhkan kemampuan lobi yang mumpuni.
โHal ini membuat setiap upaya mempercepat pengadaan menjadi prestasi lebih, karena menunjukkan kemampuan diplomasi pertahanan Pak Prabowo,โ kata Piebo.
Baca Juga: KRI Tuna-876 Akan Perkuat Koarmada I, Ini Spesifikasi Senjata Kapal PC-60 Made in Batam
Ia melanjutkan berkat diplomasi tersebut, Indonesia berhasil meyakinkan AS untuk menjual alutsistanya kepada negara ini.
โKemampuan diplomasi pertahanan menjadi salah satu faktor utama untuk mendukung pemenuhan target modernisasi TNI dalam program MEF 2024,โ tutup Piebo.