Jakarta, IDM – Lanud Adisutjipto menggelar pendidikan kualifikasi khusus (Dikkualsus) Juru Montir Udara (JMU) pesawat KT-1B Woong Bee Angkatan ke-5 selama tiga bulan.
Sebanyak delapan peserta tercatat mengikuti pendidikan tersebut. Mereka berasal dari Skadron Pendidikan (Skadik) 101; Skadik 102; serta Skadron Teknik (Skatek) 043 Lanud Adisutjipto. Dikkualsus JMU angkatan ke-5 ini dibuka secara resmi oleh Komandan Lanud Adisutjipto, Marsma TNI Setiawan di Gedung Jupiter, Lanud Adisutjipto, Yogyakarta, Senin (13/5).
Baca Juga: Danlanal Palembang: Mata Rantai Terputus Jadi Metode Penyelundupan Benih Lobster
Dalam sambutannya, Setiawan mengatakan bahwa pendidikan ini merupakan salah satu bentuk pembinaan personel TNI AU. Harapannya, para peserta dapat meningkatkan pengetahuan, profesionalisme, serta keterampilan yang mereka butuhkan sebagai teknisi pesawat latih, khususnya pesawat KT-1B Woong Bee.
Lebih lanjut, profesionalisme para Juru Montir Udara dapat membantu terwujudnya organisasi TNI Angkatan Udara (TNI AU) yang andal. Selain itu, keberadaan para JMU menjadi begitu penting untuk menjamin kesiapan pesawat terbang latih yang pada akhirnya dapat membantu tercapainya sasaran serta tujuan pendidikan.
Baca Juga: KSAL Kembali Undang Angkatan Laut Belanda Ikuti Latihan MNEK 2025
“Keberhasilan seorang JMU akan tercermin dalam profesionalitas yang ditunjukkan dalam setiap tugasnya. Kalian tidak hanya dituntut untuk dapat menjamin keberlangsungan alutsista yang dipercayakan negara kepada Lanud Adisutjipto, tetapi juga membantu memberikan analisa sehingga diperoleh hasil yang optimal,” imbuh Marsma TNI Setiawan dikutip dari keterangan Penerangan Lanud Adisutjipto dalam Instagram @lanud_adisutjipto_yogyakarta_, Kamis (16/5). (yas)