Jakarta, IDM – TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan Royal Singapore Air Force (RSAF) sukses menggelar latihan pengisian bahan bakar di udara atau dikenal dengan air to air refueling di wilayah udara Pekanbaru, Riau beberapa waktu lalu.
Latihan ini menjadi bagian penting dalam pelaksanaan sebuah misi dan salah satu kemampuan yang harus dikuasai oleh seorang penerbang jet tempur (fighter).
Teknik pengisian bahan bakar di udara dilakukan untuk menambah jarak tempuh/jelajah pesawat. Jika seorang fighter memiliki kemampuan air refueling maka ia tidak perlu kembali ke pangkalan udara untuk mengisi bahan bakar di tengah pelaksanaan misi.
Baca Juga:ย Prajurit Lanal Nunukan Gagalkan Penyelundupan Ballpress
Dilansir dari keterangan TNI AU, Rabu (29/11), sebanyak 16 pesawat tempur F-16 dari 3 skadron tempur TNI AU dikerahkan, yaitu 5 pesawat dari Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi; 5 pesawat Skadron Udara 14 Lanud Iswahjudi; serta 6 pesawat Skadron Udara 16 Lanud Roesmin Nurjadin. Sementara itu, RSAF mengerahkan pesawat Multi Role Tanker Transport (MRTT) A330.
Latihan ini, menurut Komandan Skadron Udara 16 Mayor Pnb Bambang โSphinxโ Aulia Yudhistira terselenggara dengan baik meskipun cuaca menjadi salah satu tantangan terberat.
โTantangan terberat dalam latihan AAR ini adalah cuaca karena Pekanbaru saat ini telah memasuki musim penghujan,โ ungkapnya.
Baca Juga:ย Wamenhan Herindra Terima Bintang Jasa dari TNI AL
Selain berfokus pada latihan AAR, Skadron Udara 14 dan Skadron Udara 16 bersama Skadron 140 RSAF juga melaksanakan berbagai latihan seperti Basic Fighter Maneuvers (BFM), Air Combat Maneuvering (ACM), dan Air Combat Tacticts (ACT).
Pelaksanaan latihan ini menjadi bukti konkret atas kerja sama yang erat dan hubungan bilateral yang telah terjalin di antara angkatan udara Indonesia dan Singapura selama ini.
Selaras dengan hal tersebut, latihan yang sama juga mampu meningkatkan kemampuan, operasional, serta interoperabilitas di udara. (yas)