Jumat, 4 April 2025

Jejak Halim Perdanakusuma, Merintis AURI Hingga Abadi Jadi Nama Pangkalan Udara

Jakarta, IDM – Halim Perdanakusuma pernah melewati wajib militer di usia muda. Keseriusan melakoni jalan hidup sebagai prajurit pembela bangsa membuat namanya diabadikan menjadi nama pangkalan udara di Jakarta.

Mengutip inews.id Sabtu (03/08), pahlawan nasional yang lahir dengan nama lengkap Abdul Halim Perdanakusuma lahir di Sampang, Madura, Jawa Timur pada 18 November 1922.

Halim semasa muda memiliki ambisi dan semangat yang menyala, kendati lahir dari keluarga sederhana. Kiprahnya di dunia militer bahkan membawanya menjadi salah satu perintis dalam pembentukan dan pengembangan Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI).

Baca Juga: Menilik Sejarah dan Spesifikasi Grob G-120TP-A, Pesawat Latih Dasar Bagi Calon Penerbang TNI AU

Indonesia usai merdeka pada 1945, sempat mengalami masa-masa mencekam. Bangsa ini masih harus mempertahankan kemerdekaan dari tangan-tangan penjajah.

Singkat cerita, dengan kondisi peperangan yang cukup sengit, Indonesia membutuhkan kekuatan udara. Sejumlah nama seperti Soerjadi Soerjadarma hingga Adisutjipto dan Abdulrachman Saleh menjadi arsitek awal pembentukan kekuatan udara yang menjadi cikal bakal Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI).

Halim yang pernah menempuh pendidikan militer kemudian dipanggil untuk memperkuat pertahanan udara. Ia mengawali tugasnya ikut serta membina dan merintis perkembangan AURI dengan pangkat Komodor Muda Udara.

Baca Juga: PBB: Kekerasan terhadap Anak-anak dalam Konflik Melonjak pada 2023

Sesuai dengan keahlian dan pengalaman yang dimilikinya, Halim diberi tugas sebagai Perwira Operasi Udara. Dia bertanggung jawab atas pelaksanaan operasi udara.

Pada 29 Juli 1947, Komodor Muda Udara Halim Perdanakusuma mendapat perintah menyusun serangan udara balasan atas agresi militer I Belanda. Serangan itu menyasar tiga kota yang dikuasai Belanda, yaitu Semarang, Salatiga dan Ambarawa.

Kemudian pada 1947, Halim mendapat tugas membangun angkatan udara di Sumatera. Langkah ini dilakukan untuk menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera sekaligus menjadi basis perjuangan apabila pangkalan udara di Pulau Jawa dikuasai oleh Belanda.

Baca Juga: Kilas Balik Pembentukan Korps Wanita TNI Angkatan Udara: Bentuk Realisasi dari Emansipasi

Hingga dia akhir tahun yang sama, Halim melakukan penerbangan untuk mengangkut senjata yang telah disiapkan di negara tetangga.

Namun nahas, saat hendak kembali ke tanah air, Halim yang menumpangi pesawat Avro Anson RI-003 terjebak cuaca buruk di daerah Perak Malaysia dan pesawatnya jatuh di sekitar Labuhan Bilik Besar, Sumatera Utara.

Gugurnya Halim Perdanakusuma menjadi duka bagi Indonesia. Untuk mengenang jasanya, pemerintah pada 1952 mengabadikan namanya menjadi nama pangkalan udara di Jakarta yang sebelumnya bernama Pangkalan Udara Tjililitan. (un)

Berita Terkait

Berita Terbaru

INFRAME

Pemudik Tiba di Semarang dengan Kapal KRI Banjarmasin-592

Semarang, IDM – Sejumlah pemudik yang menumpang kapal perang KRI Banjarmasin-592 tiba di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah, (28/3). Program mudik gratis yang diselenggarakan TNI Angkatan Laut (TNI AL) ini merupakan bentuk pelayanan bagi...

Edisi Terbaru

Subscribe hubungi bagian Sirkulasi
WhatsApp 0811 8868 831
isi form subscribe

Baca juga

Populer