Jejak Halim Perdanakusuma, Merintis AURI Hingga Abadi Jadi Nama Pangkalan Udara

Jakarta, IDM – Halim Perdanakusuma pernah melewati wajib militer di usia muda. Keseriusan melakoni jalan hidup sebagai prajurit pembela bangsa membuat namanya diabadikan menjadi nama pangkalan udara di Jakarta.
Mengutip inews.id Sabtu (03/08), pahlawan nasional yang lahir dengan nama lengkap Abdul Halim Perdanakusuma lahir di Sampang, Madura, Jawa Timur pada 18 November 1922.
Halim semasa muda memiliki ambisi dan semangat yang menyala, kendati lahir dari keluarga sederhana. Kiprahnya di dunia militer bahkan membawanya menjadi salah satu perintis dalam pembentukan dan pengembangan Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI).
Baca Juga: Menilik Sejarah dan Spesifikasi Grob G-120TP-A, Pesawat Latih Dasar Bagi Calon Penerbang TNI AU
Indonesia usai merdeka pada 1945, sempat mengalami masa-masa mencekam. Bangsa ini masih harus mempertahankan kemerdekaan dari tangan-tangan penjajah.
Singkat cerita, dengan kondisi peperangan yang cukup sengit, Indonesia membutuhkan kekuatan udara. Sejumlah nama seperti Soerjadi Soerjadarma hingga Adisutjipto dan Abdulrachman Saleh menjadi arsitek awal pembentukan kekuatan udara yang menjadi cikal bakal Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI).
Halim yang pernah menempuh pendidikan militer kemudian dipanggil untuk memperkuat pertahanan udara. Ia mengawali tugasnya ikut serta membina dan merintis perkembangan AURI dengan pangkat Komodor Muda Udara.
Baca Juga: PBB: Kekerasan terhadap Anak-anak dalam Konflik Melonjak pada 2023
Sesuai dengan keahlian dan pengalaman yang dimilikinya, Halim diberi tugas sebagai Perwira Operasi Udara. Dia bertanggung jawab atas pelaksanaan operasi udara.
Pada 29 Juli 1947, Komodor Muda Udara Halim Perdanakusuma mendapat perintah menyusun serangan udara balasan atas agresi militer I Belanda. Serangan itu menyasar tiga kota yang dikuasai Belanda, yaitu Semarang, Salatiga dan Ambarawa.
Kemudian pada 1947, Halim mendapat tugas membangun angkatan udara di Sumatera. Langkah ini dilakukan untuk menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera sekaligus menjadi basis perjuangan apabila pangkalan udara di Pulau Jawa dikuasai oleh Belanda.
Baca Juga: Kilas Balik Pembentukan Korps Wanita TNI Angkatan Udara: Bentuk Realisasi dari Emansipasi
Hingga dia akhir tahun yang sama, Halim melakukan penerbangan untuk mengangkut senjata yang telah disiapkan di negara tetangga.
Namun nahas, saat hendak kembali ke tanah air, Halim yang menumpangi pesawat Avro Anson RI-003 terjebak cuaca buruk di daerah Perak Malaysia dan pesawatnya jatuh di sekitar Labuhan Bilik Besar, Sumatera Utara.
Gugurnya Halim Perdanakusuma menjadi duka bagi Indonesia. Untuk mengenang jasanya, pemerintah pada 1952 mengabadikan namanya menjadi nama pangkalan udara di Jakarta yang sebelumnya bernama Pangkalan Udara Tjililitan. (un)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.















































































