Jakarta, IDM โย Kepala Urusan Politik PBB, Rosemary DiCarlo memperingatkan bahwa situasi di Lebanon sudah sangat mengkhawatirkan dan mendesak Israel untuk segera menghentikan serangan udara sekaligus menarik pasukan dari wilayah tersebut.
“Sejak dimulainya operasi darat Israel ke Lebanon pada 1 Oktober, Hizbullah dan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) terlibat dalam bentrokan yang semakin intensif di Lebanon selatan,” kata DiCarlo saat pertemuan Dewan Keamanan PBB, melansir Webtv.un.org, Jumat (11/10).
Baca Juga:ย Netanyahu Berbicara dengan Biden, Israel Bertekad Serangan Balasan ke Iran akan Mematikan
โKami ingin Israel berhenti membom Lebanon dan menarik pasukan daratnya dari negara tersebut,โ tambahnya.
Ia juga menyerukan agar Hizbullah dan aktor non-negara lainnya berhenti menembakkan roket dan rudal ke Israel. Ia mengungkapkan, jumlah korban tewas meningkat tajam menjadi sebanyak 300 orang di Lebanon hanya dalam seminggu terakhir.
Baca Juga:ย Israel Serang Markas UNIFIL, Dua Prajurit Terluka
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa warga sipil, infrastruktur sipil, pertugas bantuan kemanusiaan dan kesehatan, jurnalis, hingga prajurit PBB tidak boleh menjadi sasaran.
โSekarang adalah waktunya untuk membalikkan spiral kekerasan ini dan membawa Israel, Lebanon, dan seluruh kawasan kembali dari ambang bencana,โ pangkasnya. (bp)