Jakarta, IDM โย Pangkogabwilhan II Marsekal Madya M Khairil Lubis mengunjungi Satgas Marinir Operasi Pengamanan Pulau Terluar (Pam Puter) XXVIII Pulau Ndana, Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (11/9).
Khairil mendatangi pos transit satgas di Desa Oeseli. Pada kesempatan tersebut, komandan satgas yang dipimpin Lettu (Mar) Joko Supriyanto memaparkan situasi dan kondisi wilayah penugasan di Pulau Ndana.
“Kunjungan kerja kali ini untuk meninjau satgas keamanan di wilayah perbatasan NKRI, memastikan situasi di perbatasan dalam keadaan aman dan terkendali,” ujar Khairil, dikutip dari keterangan Pasmar 2.
Baca Juga:ย Wakil KSAD Pimpin Upacara Penetapan 500 Komponen Cadangan
Dia mengatakan kunjungannya tersebut juga untuk memberikan motivasi dan semangat kepada personel satgas agar tugas operasi yang dilaksanakan dapat berjalan dengan lancar dan aman. Tak lupa, Khairil menekankan sinergitas dengan aparat keamanan kewilayahan.
“Laksanakan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab, selalu waspada. Komunikasi dan sinergi dengan baik antara Satgas dan Aparat keamanan kewilayahan, baik Kodim 1627 dan Polres Rote Ndao serta pemerintah daerah,” tegasnya.
Baca Juga:ย Pushidrosal Luncurkan Aplikasi untuk Pemetaan Batimetri di Perairan Indonesia
Adapun Pulau Ndana merupakan salah satu pulau terluar Indonesia, berbatasan langsung dengan negara Australia. Secara geografis, pulau Ndana berada di selatan Pulau Rote dan secara administrasi masuk dalam Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao, NTT.
Walau berupa pulau kecil seluas 12 hektare dan tidak berpenghuni, Pulau Ndana aman dari potensi klaim negara lain sebab pulau ini dijaga dan diduduki oleh Satgas Pengamanan Pulau Terluar dari Korps Marinir dan TNI AD serta terdapat Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Pulau Ndana. (at)