TOPIK PILIHAN

#Vira Cakti Yudha

Ikuti perkembangan, konteks, dan liputan terkait dalam satu tempat.

Berita terkait

2 artikel
Operasi Trisula: Menangkap Gerilyawan PKI
HISTORY

Operasi Trisula: Menangkap Gerilyawan PKI

Slogan “Vira Cakti Yudha” (Ksatria yang Tangguh di Medan Laga) terpampang di pintu masuk Museum Divisi Infanteri 2 Kostrad. Menurut pengurus museum, Sersan Mayor (Serma) Rio Handoko, slogan ini bukan hanya tulisan belaka namun sudah dibuktikan para prajurit. “Keberhasilan operasi Trisula hingga Timor-Timur menjadi bukti slogan itu melekat di dada para prajurit Divif 2 Kostrad,” kata Rio saat ditemui di Museum Divisi Infanteri 2 Kostrad. Di dalam museum, Rio mengisahkan salah satu keberhasilan operasi yang terus melekat dan menjadi pemantik nasionalisme para prajurit adalah Operasi Trisula. Operasi ini digelar di periode tahun 1968 untuk menumpas sisa-sisa gerilyawan Partai Komunis Indonesia (PKI) yang disinyalir ingin menghancurkan kedaulatan NKRI. “Operasi Trisula digelar pada tahun 1968, di Blitar, Jawa Timur untuk menumpas PKI. Operasi ini dijalankan oleh Brigif 18 Trisula dan dipimpin oleh Komandan Satuan Penugasan, Kolonel Infanteri Witarmin,” kata Rio sambil menunjuk diaroma operasi Trisula yang terpampang di museum.

Museum Vira Cakti Yudha Divif 2 Kostrad, Jejak Patriotisme dan Sejarah Militer di Malang
IN FRAME

Museum Vira Cakti Yudha Divif 2 Kostrad, Jejak Patriotisme dan Sejarah Militer di Malang

Di tengah kawasan militer Divisi Infanteri 2 Kostrad di Singosari, Kabupaten Malang, berdiri Museum Vira Cakti Yudha yang menjadi ruang penyimpan jejak sejarah perjuangan prajurit Kostrad. Museum ini tidak hanya menghadirkan koleksi perlengkapan militer dan dokumentasi operasi TNI Angkatan Darat, tetapi juga menjadi simbol perjalanan panjang Divif 2 Kostrad sejak dibentuk pada 27 April 1961. Nama “Vira Cakti Yudha” sendiri memiliki makna kesatria tangguh di medan laga, yang menjadi semboyan kebanggaan satuan tersebut.