Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengapresiasi tunjangan kinerja (Tukin) dari pemerintah untuk prajurit dan ASN TNI. Hal ini disampaikannya saat memberikan pengarahan kepada lebih dari 700 peserta Apel Komandan Satuan (Dansat) TNI AD Tahun 2026 yang dipusatkan di Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus (Pusdiklatpassus), Batujajar, Bandung, Jawa Barat, Kamis (6/8).
Kebijakan Presiden Prabowo Subianto menaikkan tunjangan kinerja (tukin) bagi prajurit TNI dinilai sebagai momentum penting untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia pertahanan Indonesia.
Langkah Presiden RI Prabowo Subianto menaikkan tunjangan kinerja bagi prajurit TNI dan pegawai Kementerian Pertahanan disambut positif oleh Komisi I DPR RI.
Pemerintah akhirnya mengungkap alasan di balik kebijakan Presiden Prabowo Subianto menaikkan tunjangan kinerja (tukin) bagi prajurit TNI dan pegawai di lingkungan Kementerian Pertahanan (Kemhan).
Presiden RI Prabowo Subianto terus memperkuat sektor pertahanan nasional melalui peningkatan kesejahteraan prajurit dan aparatur sipil negara di lingkungan pertahanan.
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengatakan tunjangan kinerja (Tukin) prajurit TNI pas-pasan. Hal ini dikatakannya usai ditanya Komisi I DPR RI terkait pengajuan tukin yang diminta TNI.