Kementerian Pertahanan (Kemhan) Rusia mengatakan pihaknya sukses menembak jatuh dua rudal ATACMS buatan Amerika Serikat (AS) ketika 'operasi militer khusus' di Ukraina. Keberhasilan ini merupakan yang pertama kalinya sejak senjata jarak jauh itu dikirim ke Ukraina.
Duta Besar Rusia untuk Amerika Serikat (AS) Anatoly Antonov mengecam keputusan pemerintah Joe Biden yang memasok rudal jarak jauh ATACMS ke Ukraina. Menurutnya, langkah itu merupakan kesalahan fatal dan memiliki konsekuensi serius.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa pasukannya telah mendapat dan menggunakan rudal ATACMS dari Amerika Serikat (AS). Rudal jarak jauh itu disebut berhasil menghancurkan dengan target sangat akurat di medan tempur.