Rusia Klaim Tembak Jatuh Dua ATACMS untuk Pertama Kali

Jakarta, IDM - Kementerian Pertahanan (Kemhan) Rusia mengatakan pihaknya sukses menembak jatuh dua rudal ATACMS buatan Amerika Serikat (AS) ketika 'operasi militer khusus' di Ukraina. Keberhasilan ini merupakan yang pertama kalinya sejak senjata jarak jauh itu dikirim ke Ukraina.
“Selama beberapa hari terakhir, pertahanan udara Rusia berhasil menembak jatuh dua rudal taktis ATASMS buatan AS, sebuah rudal anti-pesawat S-200 yang dikonversi untuk menyerang target darat, dua rudal anti-radar HARM dan dua sistem roket peluncuran ganda HIMARS," kata Kemhan Rusia melansir TASS, Kamis (26/10).
Baca Juga: Korsel Klaim Tahan Kapal Berisi Warga Korut yang Diduga Membelot
Selain itu, sistem pertahanan udara Rusia juga berhasil menembak jatuh dua pesawat tempur MiG-29 Ukraina, pesawat serang Su-25 dan pesawat pelatihan tempur L-39 dalam satu hari kemarin.
"Itu ditembak jatuh di dekat pemukiman Krasnoarmeisk di Republik Rakyat Donetsk, Kazachyi Lageri di Wilayah Kherson dan Sinelnikovo di Dnepropetrovsk Wilayah,” katanya.
Baca Juga: Terdampak Konflik, Hampir 20.000 Orang Terlantar di Perbatasan Lebanon-Israel
Dalam pernyataan terpisah, Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu mengatakan bahwa meskipun dipasok senjata yang lebih canggih, kemampuan Angkatan Bersenjata Ukraina mengalami penurunan.
“Situasi hari ini menunjukkan kemampuan lawan menurun,” kata Shoigu.
Pekan lalu, Pemerintah AS mengkonfirmasi pengiriman rudal ATACMS ke Ukraina. Begitupun dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, turut menyebut pihaknya telah rudal itu di medan perang untuk memukul mundur pasukan Rusia. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































