Rencana kehadiran kapal induk KRI Sriwijaya-100 memicu evaluasi internal di tubuh TNI AL. Pengoperasian alat utama sistem persenjataan berskala besar menuntut kesiapan menyeluruh, bukan sekadar mengejar kebanggaan kepemilikan fisik semata.
Sebagai negara maritim dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia yang membentang di antara Samudra Hindia dan Pasifik, Indonesia memikul kewajiban menjaga kedaulatan yang melampaui garis cakrawala. Transformasi funda mental menuju Blue Water Navy menjadi keniscayaan.
Kementerian Pertahanan RI memastikan, Indonesia tidak akan memiliki pangkalan militer di luar negeri apabila TNI Angkatan Laut menganut konsep blue water navy.
TNI AL tengah mematangkan langkah transformasi menuju kekuatan angkatan laut kelas dunia atau Blue Water Navy. Dalam proses ini, Kepala Pusat Pengkajian Maritim (Kapusjianmar) TNI AL, Laksma Salim, menekankan pentingnya efisiensi dan standarisasi armada kapal perang Indonesia.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali menegaskan, arah pembangunan kekuatan TNI AL saat ini difokuskan untuk memperkuat posisi sebagai green water navy sebelum bertransformasi menuju blue water navy.
Rencana kehadiran kapal induk KRI Sriwijaya-100 memicu evaluasi internal di tubuh TNI AL. Pengoperasian alat utama sistem persenjataan berskala besar menuntut kesiapan menyeluruh, bukan sekadar mengejar kebanggaan kepemilikan fisik semata.
Sebagai negara maritim dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia yang membentang di antara Samudra Hindia dan Pasifik, Indonesia memikul kewajiban menjaga kedaulatan yang melampaui garis cakrawala. Transformasi funda mental menuju Blue Water Navy menjadi keniscayaan.
Kementerian Pertahanan RI memastikan, Indonesia tidak akan memiliki pangkalan militer di luar negeri apabila TNI Angkatan Laut menganut konsep blue water navy.
TNI AL tengah mematangkan langkah transformasi menuju kekuatan angkatan laut kelas dunia atau Blue Water Navy. Dalam proses ini, Kepala Pusat Pengkajian Maritim (Kapusjianmar) TNI AL, Laksma Salim, menekankan pentingnya efisiensi dan standarisasi armada kapal perang Indonesia.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali menegaskan, arah pembangunan kekuatan TNI AL saat ini difokuskan untuk memperkuat posisi sebagai green water navy sebelum bertransformasi menuju blue water navy.