Jakarta, IDM – Sebanyak 15 perwira TNI AL lulus dari pendidikan spesialisasi perwira (Dikpespa) bidang Hidro-Oseanografi kategori surveyor CAT-B, Jakarta, Rabu (30/10).
Komandan Pusat Pendidikan Hidro-Oseanografi (Danpusdikhidros) Kodikopsla Kodiklatal Kolonel Laut (P) Tri Ariyah Hari Saputra, menyematkan brevet Surveyor CAT-B hidrografi kepada 15 perwira pascamengikuti pendidikan selama 6 bulan.
“Ditandai dengan penyematan brevet hidrografer ini, saya berharap menjadi semangat dan bekal pengetahuan serta keterampilan para siswa sekalian yang akan diterapkan di tempat penugasan selanjutnya,” ucapnya, dikutip dari keterangan Dispen Pushidrosal, Kamis (31/10).
Tri berpesan kepada para perwira tetap semangat dan selalu belajar dan berlatih, agar mampu mengikuti perkembangan tugas di lapangan meliputi kegiatan survei, penelitian dan pemetaan laut seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Perwira hidrografi nantinya ditugaskan untuk mengemban jabatan sebagai perwira divisi operasi pada kapal survei kelas Samudera atau kelas Pantai, perwira unit survei atau jabatan lain setingkat jabatan perwira survei di KRI dan pendirat,” kata Tri.
Sebelumnya, Komandan Pushidrosal Laksamana Madya Budi Purwanto memberikan pembekalan kepada 15 orang perwira tersebut. Dia mengatakan, perwira siswa dan mahasiswa STTAL prodi S1 reknik hidrografi merupakan generasi penerus dalam bidang Hidro-Oseanografi di Indonesia.
Baca Juga: Satgas Yonif Raider 323 Patroli Pengamanan di Wilayah Ilaga, Warga Sebut Kondisi Kampungnya Kondusif
“Pilihan untuk berkarier dan mendalami bidang ini memerlukan dedikasi tinggi, mengingat peranan strategis yang akan diemban,” ujarnya.
Dia menekankan peran yang dijalankan tidak hanya terbatas pada tugas-tugas militer, namun juga turut serta mewujudkan Indonesia sebagai negara maritim yang berdaulat.
“Pushidrosal memegang peran penting mendukung pembangunan ekonomi biru di Indonesia yaitu suatu model ekonomi yang menitik beratkan pada pemanfaatan sumber daya laut secara optimal tanpa merusak lingkungan,” tutur Budi.
Baca Juga: Kunker ke Merauke, Pangkoopsudnas Kunjungi Lanud Dma dan Satuan Radar 244
Budi mengungkapkan survei dan pemetaan yang dilakukan akan menjadi landasan bagi berbagai sektor ekonomi biru seperti pelayaran, perikanan, pariwisata bahari, serta eksplorasi sumber daya kelautan.
“Teknologi dan standar S-100 Universal Hydrographic Data Model menjadi semakin relevan, karena memungkinkan interoperabilitas data hidro-oseanografi dengan data maritim lainnya seperti kondisi meteorology, arus laut, dan data navigasi elektronik,” paparnya.
“Sebagai standar baru dari International Hydrographic Organization (IHO), penerapan S-100 penting untuk kita kuasai. Interoperabilitas S-100 akan secara signifikan meningkatkan efektivitas dan akurasi pemetaan laut serta mendukung terciptanya dunia maritim yang lebih integratif,” pungkas Budi. (at)