HANKAM

Papua Nugini Jadi Tujuan Akhir KRI Wahidin di Pasifik Selatan

KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991
KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 sandar di Port Moresby, Papua Nugini, Minggu (17/11). (Foto: Dok. Dispen Koarmada III)

Jakarta, IDM – KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 yang tergabung dalam satgas port visit 2024, berhasil menempuh etape terakhir dalam misi pelayaran diplomasi ke negara di Pasifik Selatan. Kapal bantu rumah sakit TNI AL ini sandar di Port Moresby, Papua Nugini, Minggu (17/11) .

Kedatangan satgas port visit 2024 disambut oleh Duta Besar (Dubes) RI untuk Papua Nugini Andriani Supandi, didampingi Komandan Pasmar 3 Brigjen (Mar) Sugianto hingga Atase Pertahanan (Athan) RI untuk Papua Nugini Kolonel Inf Piter Dwi Artdianto hingga pejabat Koarmada III.

Pada kesempatan tersebut, Sugianto menyampaikan terima kasih kepada Dubes RI beserta staf KBRI dan rakyat Papua Nugini serta mengungkapkan rasa bangga kepada KRI Wahidin dan satgas port visit 2024 yang dipimpin oleh Kolonel Laut (P) Arif Prasetyo.

Baca Juga: Pasukan 323 Kostrad Gelar Pengobatan Gratis di Sela Kegiatan Operasi Pengamanan Perbatasan

"Terima kasih telah menyambut kedatangan KRI Wahidin yang akan melaksanakan misi muhibah dan diplomasi di Papua Nugini dengan melaksanakan beberapa kegiatan dan program," ucapnya, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada III, Senin (18/11).

KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991
(Foto: Dok. Dispen Koarmada III)

Sementara itu, Supandi mengatakan selamat datang kepada KRI Wahidin di Papua Nugini. Dia mengatakan, kehadiran satgas port visit 2024 merupakan dedikasi dalam mengemban misi menjalin hubungan diplomasi di negara-negara kawasan Pasifik Selatan, salah satunya Papua Nuginim

Baca Juga: Sepekan, Angkatan Laut RI-Brunei Gelar Latihan Bersama Helang Laut 2024

"Kehadiran satgas dengan berbagai program kegiatan selama berada di Papua Nugini beberapa hari ke depan merupakan suatu hal yang memvanggakan bagi kami, tentunya akan menambah citra baik Indonesia," kata Supandi.

Adapun selama persinggahannya, satgas port visit 2024 dan KRI Wahidin akan menggelar pelayanan kesehatan dan penyerahan bantuan obat-obatan, bakti sosial di gereja, olahraga persahabatan, dan open ship untuk masyarakat di Papua Nugini.

Papua Nugini salah satu dari empat negara di Pasifik Selatan yang menjadi tujuan akhir KRI Wahidin untuk membawa misi diplomasi pertahanan dan membawa pesan perdamaian. Keempat negara itu terdiri dari Kepulauan Solomon, Fiji, Vanuatu, dan Papua Nugini.

Baca Juga: Korps Marinir: Ditakuti Lawan, Dicintai Masyarakat

KRI Wahidin dijadwalkan menempuh pelayaran selama 48 hari, yakni dari 9 Oktober-25 November. Misi pelayaran ini merupakan yang pertama kalinya dilakukan oleh TNI AL, bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan (Kemhan).

Kapal tersebut membawa 141 awak kapal serta 36 personel staf satgas, terdiri dari penyelam, tim pengamanan, dokter umum dan spesialis hingga pelajar dari Papua.

TNI AL juga menggandeng Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dalam hal dukungan penyediaan obat-obatan yang nantinya akan diberikan kepada negara-negara yang dikunjungi. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.