Jakarta, IDM โย Iran mengklaim bahwa mereka telah mengembangkan rudal jelajah yang mampu menjangkau target hingga sejauh 1.650 kilometer. Rudal yang diberi nama Paveh ini disebut sebagai yang tercanggih dan menjadi langkah Iran untuk upaya defensif maupun pencegahan.
Komandan unit kedirgantaraan IRGC (Islamic Revolutionary Guard Corps) Brigadir Jenderal Amirali Hajizadeh menjelaskan bahwa Iran terus meningkatkan kemampuan rudal jelajah yang mampu diluncurkan dari berbagai platform seperti peluncur berbasis darat, kapal, kapal selam hingga pesawat terbang.
โRudal jelajah kami dengan jangkauan 1.650 km telah ditambahkan ke gudang rudal Republik Islam Iran,โ ujarnya melansir Reuters, Selasa (28/2).
Keputusan Iran untuk mengoperasikan rudal jelajah baru ini beriringan dengan kekhawatiran Amerika Serikat (AS) yang memberlakukan sanksi karena Pemerintahan Ebrahim Raisi telah memasok Rusia dengan drone Kamikaze dalam konflik di Ukraina. Terlepas dari kecaman barat, Iran menolak klaim tersebut dan tetap mengembangkan industri pertahanannya.
Baca: Setahun Invasi, Rusia Bergantung Pada Komponen Pesawat Nirawak dari Barat
Rudal jelajah dirancang untuk terbang di ketinggian rendah dan mengikuti jalur penerbangan yang telah ditentukan menuju target. Rudal ini dipandu oleh GPS maupun radar yang memungkinkan navigasi secara akurat. Meskipun Iran tidak menjelaskan secara merinci kemampuan rudal Paveh, AS khawatir rudal tersebut menjadi salah satu senjata strategis nuklir. (bp)