Jakarta, IDM โย Rusia mengumumkan keadaan darurat di wilayah Kursk karena serangan lintas perbatasan oleh pasukan Ukraina berlanjut, yang menargetkan area pemukiman.
“Untuk menghilangkan konsekuensi dari masuknya pasukan musuh ke wilayah tersebut, saya mengambil keputusan untuk memberlakukan status darurat di wilayah Kursk mulai 7 Agustus,” kata Penjabat Gubernur Kursk Alexei Smirnov, melansir DW, Kamis (8/8).
Baca Juga:ย Presiden Ukraina Tambah Alokasi Dana untuk Tingkatkan Program Rudal
Kementrian Pertahanan (Kemhan) Rusia menyebut serangan itu dimulai pada Selasa, di mana Ukraina mengerahkan sekitar 300 tentara, 11 tank, dan lebih dari 20 kendaraan tempur lapis baja.
Sementara, Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut serangan itu sebagai bentuk ‘provokasi besar’ karena menyerang bangunan sipil, pemukiman hingga ambulans.
Baca Juga: Filipina, AS, Australia dan Kanada Gelar Latihan Gabungan di Laut Cina Selatan
“Rezim Kyiv telah melakukan provokasi besar-besaran lagi, dengan melakukan penembakan membabi buta dari berbagai jenis senjata, termasuk rudal, ke gedung-gedung sipil, gedung-gedung perumahan, dan ambulans,” kata Putin kepada anggota pemerintahan melansir Kremlin.ru. (bp)